presentasi karya ilmiah

LAPORAN TIK

 

 

 

Guru Pengampu           : Arif Handoko. S. Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                            

 

 

Di Susun Oleh     :

1.Kunjaini

2.Ahmad Fais

3.Abdul Latif

4.Sulkhanuddin

5.Umar Sahid

6.Lu’luul Khandaroh

7.Hidayatul Alifah

8.Kholilul Anam

 

Kelas: XII IPA 2

      

 

 

MADRASAH ALIYYAH NAHDLATUL ULAMA’ DEMAK

( MA NU ) DEMAK

Jl. Glagah Wangi No.1 Bintoro Demak

 

 

PENGESAHAN

 

 

    Karya tulis dengan judul Pembuatan Tempe di Yudamenggalan Bintoro Demak, di Susun oleh :

kunjainidan teman-teman telah di koreksi oleh guru MA NU Demak dan di sahkan pada   :

 

Hari                 : Senin

Tanggal           :23 Januari 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                      Demak, 25 Januari 2012

 

 

 

 

 

                                                       

Guru Pembibing,

 

 

 

ARIF HANDOKO

 

 

Arif Handoko S.Pd

 

Kepala sekolah

 

 

 

                    HJ HARIRI

 

 

 

Drs. H. Moh Hariri Said

NIP. 19550515 198103 1 010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

 

 

Motto

–          Kemauan adalah semangat penting karena aktifitas biasanya mengikuti kemauan, dengan kemauan membuka kearah keberhasilan

–          Takkan seorangpun mengetahui terhadap apa yang di kerjakan sebelum mencoba

–          Kegagalan merupakan awal dari kesuksesan

–          Kebudayaan adalah merupakan cermin kepribadian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Persembahan                                          

Makalah ini kami persembahkan Kepada:                                   

v  Ayah dan Ibu kami tercinta

v  Bpk Arif Handoko S.Pd

v  Drs.H.Moh Hariri Said selaku kepala sekolah MA NU Demak

v  Pembaca yang Budiman

v  Teman – teman yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

            Dengan memajatkan puji syukur kehadiran Allah SWT. Atas rahmat hidayahnya kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Biologi ini dengan baik, dan tanpa adanya suatu halangan yang berarti.

            Laporan  ini dapat tersusun karena adanya bimbingan dari  ibu guru dan pihak-pihak yang telah membantu penulisan sehingga Laporan ini dapat terselesaikan, oleh karna itu izinkanlah kami sampaikan terimakasih

           

Kepada yang terhormat :

1. Bapak Drs.H.Moh. Hariri Said

2. Bapak Muslim Sekeluarga

3. Bpk Arif Handoko selaku Guru Pengampu TIK

4. Ibu Mulikah S.Pd selaku wali kelas XlI IPA 2

 

Menyadari akan keterbatasan dan kekurangan penulis, sehingga Laporan Biologi ini jauh dari kata sempurna, karna itu, kami sebagai penulis dengan rendah hati memohon dan mengharapkan banyak saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak guna penyempurnaan dalam penulisan makalah ini di lain waktu.

Akhirnya kami sebagai penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak atau para pembaca khusunya bagi penulis sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                   

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Halaman Judul ………………………………………………………………………      i

Halaman Pengesahan ……………………………………………………………..     ii

Motto dan Persembahan …………………………………………………………    iii

Kata Pengantar ………………………………………………………………………    iv

Daftar Isi ………………………………………………………………………………     v

BAB I     PENDAHULUAN …………………………………………………….     1

  1. Latar Belakang ……………………………………………………     1
  2. Tujuan ……………………………………………………………….     1
  3. Manfaat Penelitian ……………………………………………….     1
  4. Rumusan Masalah ……………………………………………….     1
  5. Sistematika Penelitian ………………………………………….     1
  6. Sistematika Penulisan …………………………………………..     2

BAB II   ISI ………………………………………………………………………….     3

  1. Mengenal Tempe …………………………………………………     3
  2. Tahap – tahap Pembuatan Tempe ………………………….     3

BAB III PENUTUP ………………………………………………………………     6

  1. Kesimpulan ………………………………………………………..     6
  2. Pesan …………………………………………………………………     6
  3. Saran …………………………………………………………………     6

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

 

 

             

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

  1. A.      Latar Belakang

Tempe adalah makanan yang mengandung banyak protein dan banyak di kosumsi di kalangan masyarakat,karna harganya terjangkau dan bahannya juga dapat di temukan dengan mudah,

  1. B.       Tujuan

   Tujuan pembuatan Laporan adalah :

–       Di harapkan Laporan ini dapat sebagai pengetahuan ilmu tentang pembuatan tempe di kalangan remaja

–       Bisa memanfaatkan tempe dalam mengkonsumsinya

–       Di harapkan pembaca bisa memahami tentang tempe

 

  1. Manfaat

 Kami harapkan dari Laporan tempe  ini adalah sebagai berikut:

–        Tempe sebagai modal utama untuk sebuah usaha

–        Bermanfaat bagi masyarakat  

–        Tempe banyak mengandung manfaat

 

  1. D.      Perumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini, permasalahan yang ada di rumuskan Sebagai     berikut :

  1. Bagaimana cara membudidayakan tempe tersebut  ?
  2. Bagai mana caranya untuk memperkenalkan tempe di kalangan remaja?

     

  1. E.       Sistematika Penelitian

   Metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam menyusun laporan ini, adalah sebagai berikut:

1.Metode observasi

Jenis penelitian yang penulis lakukan termasuk jenis penelitian kualitatif.

Penelitian yang di lakukan adalah penelitian penjelasan, yaitu penelitian yang menjelaskan obyek yang diamati langsung di lokasi Sidomulyo,

2.Metode literature

Yaitu metode pengumpulan data dengan membaca buku – buku yang memuat tentang teori – teori bagaimana cara membudidayakan tempe

 

  1. F.       Sistematika  penulisan

Dalam penulisan makalah ini terdiri dari beberapa bab yaitu:

 

Bab I Berisi tentang pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, tujuan, manfaat, rumusan masalah, sistematika penelitian, dan sistematika penulisan.

 

Bab II Berisi tentang pembahasan yang terdiri dari pengertian tempe dan tahap-tahap pembuatan tempe.

 

Bab III Berisi tentang penutup yang terdiri dari kesimpulan, pesan, dan  saran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

             

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ISI

 

  1. A.      Pengertian Tempe

Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai “ragi tempe”.

Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.

Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.

Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga sekarang berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe. Beberapa pihak mengkhawatirkan kegiatan ini dapat mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan milik umum karena galur-galur ragi tempe unggul dapat didaftarkan hak patennya sehingga penggunaannya dilindungi undang-undang (memerlukan lisensi dari pemegang hak paten).

  1. B.       Tahap-tahap Pembuatan Tempe

Terdapat berbagai metode pembuatan tempe. Namun, teknik pembuatan tempe di Indonesia secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.

Pada tahap awal pembuatan tempe, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya dapat menyerap asam pada tahap perendaman.

Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan agar miselium fungi dapat menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan dapat dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji,setelah dikupas, biji kedelai direndam.

Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami agar diperoleh keasaman yang dibutuhkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akibat pertumbuhan bakteri Lactobacillus.Bila pertumbuhan bakteri asam laktat tidak optimum (misalnya di negara-negara subtropis,asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktat dan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.

Proses pencucian akhir dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibentuk oleh bakteri asam laktat dan agar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya dapat menghambat pertumbuhan fungi.

Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe atau laru. Inokulum dapat berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati (disebut usar; digunakan secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung (terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus murni (umum digunakan oleh pembuat tempe di luar Indonesia). Inokulasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

(1) Penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah dingin dan   dikeringkan, lalu dicampur merata sebelum pembungkusan,  atau

(2) Inokulum dapat dicampurkan langsung pada saat perendaman, dibiarkan beberapa lama, lalu dikeringkan.

Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai bahan pembungkus atau wadah dapat digunakan (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu, dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara karena kapang tempe membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.

Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya menjadi tempe. Fermentasi dapat dilakukan pada suhu 20°C–37°C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yang lebih singkat biasanya untuk tempe yang menggunakan banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional menggunakan laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi sampai 36 jam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

                                                                

  1. A.     Kesimpulan

        Berdasarkan penilitian yang kami lakukan, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

–          Bahwa tempe sangat bermanfaat bagi kalangan masyarakat

–          Dengan adanya tempe di demak ini semoga penkonsumsi bisa memanfaatkan tempe dengan sebaik-baiknya

 

B.  Pesan

–          Saya penulis berharap pembaca bisa memanfaatkan tempe yang setiap hari di konsumsi

–          Dengan penjelasan singkat tentang pembuatan tempe kami berharap dapat berguna untuk modal usaha atau pengetahuan yang bermanfaat.

 

   C.  Saran

Karena pembuatan laporan tempe  ini belum mencapai kesempurnaan, maka dari itu kami penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun untuk mencapai kesempurnaan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Abercrombi M,dkk.1993.Pembuatan Tempe. Jakarta: Erlangga

Suryo. 2004.Pembuatan Tempe.Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Dwijoseputra.1992. Pembuatan Tempe. Bandung: ITB Bandung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

                                                                

 

  1. B.      Kesimpulan

        Berdasarkan penilitian yang kami lakukan, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

–          Bahwa tempe sangat bermanfaat bagi kalangan masyarakat

–          Dengan adanya tempe di demak ini semoga penkonsumsi bisa memanfaatkan tempe dengan sebaik-baiknya

 

B.  Pesan

–          Saya penulis berharap pembaca bisa memanfaatkan tempe yang setiap hari di konsumsi

–          Dengan penjelasan singkat tentang pembuatan tempe kami berharap dapat berguna untuk modal usaha atau pengetahuan yang bermanfaat.

 

   C.  Saran

Karena pembuatan laporan tempe  ini belum mencapai kesempurnaan, maka dari itu kami penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun untuk mencapai kesempurnaan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                         

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s