cerpen mencari keberkahan

“Sholkhan, Sholkhan kesini sebentar”

Saat dia sedang berjalan pulang ketika sesampai di rumah dia mendengar suara seseorang memanggilnya, dia menoleh ke arah sumber suara tersebut, terlihat om Munir pamanya sholkhan, dia lagi jemur pakaian.

“ ada apa om…?tanya Sholkhan keheranan

“ begini, aku ingin mengajak kamu” jawab om Munir sambil melihat buku amalan yang di bawanya.

Sholkhan melihat isi buku amalan tersebut, lalu bertanya

“ loh….kenapa di perlihatkan pada aku, apa manfaatnya buat aku….?

Lalu om Munir menjawab “ maksudku ….aku mau mengajak kamu menjadi anggotaku yaitu jamaah perguruan malaikat Izroil”

“ mengapa kok harus aku…?” tanya Sholkhan

“ sebenarnya aku hanya menawarkan sama kamu kalau kamu mau….nanti malam minggu ikut aku di padepokan malaikat Izroil untuk mengikuti pelatihan” jawab om Munir dengan suara yang lembut dan senyumannya yang menarik perhatian.

Sholkhan teringat dengan amanat yang di kasih ayahnya, sebelum ayahnya berangkat kerja ke luar kota, ketika itu ayahnya berpesan kepadanya jangan mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan gaib-gaib karena itu bisa membuat orang menjadi stres dan apalagi Sholkhan masih berada di bangku sekolah, jadi belum saatnya mengetahui hal seperti itu.

“ memangnya dengan mengikuti pelatihan itu kita bisa apa….?” tanya Sholkhan penuh penasaran.

“ dengan peatihan tersebut kita bisa kebal dari senjata apapun, baik di pukul, di bacok, di cambuk, kita juga bisa membunuh tanpa menyentuh lawan, dan juga bisa mengobati berbagai penyakit dll.” Jawab om munir santai, seakan meyakinkan hati Sholkhan untuk bisa mengikutinya.

Sholkhan pun bingung dengan ajakan om munir, apalagi yang namanya Sholkhan dengan ilmu- ilmu seperti itu sangat senang sekali untuk mempelajarinya, apalagi kakeknya kebanyakan dari seorang kyai dan para normal, untuk mempelajari ilmu seperti itu pastinya tidak sulit baginya, karena dari segi keturunan dai dari orang- orang yang punya ilmu seperti itu.

Dan Sholkhan pun pulang untuk menemui ibunya,

“ om, aku pulang dulu ya…aku mau tanya sama ibuku dulu, boleh apa tidak aku belajar bersama om” soalnya aku sudah di pesenin sama ke dua orang tuaku, aku tidak boleh berlatih ilmu seperti itu, soalnya aku masih dalam tahap sekolah.

“ ya,,,aku tunggu ya, oke…….”

Sesampai Sholkhan di rumah………….

“assalamualikum”……………..                                           

“ waalaikumsalam”……………jawab ibu

“ dah pulang khan” tanya ibu Sholkhan

“ sudah bu……buk aku mau sholat Ashar dulu ya…….”

“ iya” mengiyakan perkataan Sholkhan

Setelah sholat Ashar, Sholkhan berdzikir dan berdoa kepada Allah, karena Dialah Allah yang maha segalanya dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongannya, di dalam doanya dia minta, semoga dia, ke dua orangnya, guru- gurunya, kerabat- kerabatnya mendapatkan ampunan, petunjuk dan semua cita- citanya terkabulkan.

Setelah itu dia tanya kepada ibunya…

“ bu…bu….aku mau cerita kepada ibu, bahwa aku tadi pada saat pulang sekolah, aku di ajak om Munir untuk menjadi anggotanya”

“ anggota apa to khan….? saut ibu sholkhan

“ anggota orang yang ahli mandra guna” jawab Sholkhan dengan tertawa sambil meragakan jurusnya di depan ibunya.

“ menurut ibu, kamu jangan berlatih ilmu seperti itu dulu….kamu kan masih seklolah to….” jawab ibuknya denga lembut

“ ya bu…..tadi saya juga berfikir seperti itu dan Apalagi saya ingin mondok dulu biar mendapat ilmu syariat yang nantinya bermanfaat bagi saya dan keluarga

kita …ya kan bu..? saut Sholkhan

Dan akhirnya sholkhan menolak ajakan om munir dan pergi ke pondok MASLAKUL HUDA putra yang di asuh oleh K.HM. Ahmad Sahal Mahfud yang bertempat di kajen Mergoyoso Pati, untuk menggali ilmu agama.

Karena sholkhan baru di pondok, dia bingung dengan aturan pondok, setiap hari dia di suruh hafalan terus, dia hampir stres mikirin itu, tanpa pikir panjang dia ke wartel pondok untuk nelpon ayahnya…….

“ Tut…….tut……..tut……….tulalit, tulalit, tulalit, tulalit “ suara telfon yang belum tersambung. Ya Allah tolonglah hambamu ini yang sedang dalam kesulitan

            menghafal AL- FIYAH …” rintihan doa sholkhan sambil menundukkan kepalanya. Lalu dia mencoba menelfon ayahnya yang ke duakalinya…………..

“ tut….tut…….tut……….tut………..tut………………..”

“ assalamualaikum, ayah…!!!!

“ nomor yang anda panggil sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi…….” jawaban operator telefon.

Begitu jengkelnya Sholkhan lalu dia pergi ke makamnya As Syekh K.H.Akhmad Mutamakin untuk bertawasul, setelah ke makam dia pergi ke masjid untuk menenangkan pikiranyya dan tertidur di masjid, dalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan pamannya, dan pamannya berpesan…

“ Sholkhan, kalau kamu ingin menghafal dengan cepat, kamu sebelum menghafal bacalah surat Al- Falaq tiga kali InsyaAllah kamu bisa menghafal dengan cepat”

Setelah itu dia terbangun dari tidurnya dan mengambil air wudlu dan melaksanakan apa yang di pesankan oleh pamannya dalam mimpi tadi, dan waktu sudah berjalan satu minggu akhirnya Sholkhan bisa menyelesaikan hafalan Al- Fiyahnya dan genap 500 bait, dan dia memberitahu kepada teman pondoknya….

“ kang…., alkhamdulillah aku sudah menyelesaikan Al- Fiyah sampai 500 bait”

“ wah………..syukur ya,,,,,,” jawaban melegakan hati sholkhan.

“ tapi…………………….” saut Sholkhan sambil mrengut

“ tapi apa kang,,,kok diam..? tanya temannya

“ aku mau pindah sekolah ke Demak, soalnya aku gak kuat dengan hafalan dan peraturan pondok yang sangat ketat seperti ini” jawab sholkhan dengan keadaan sedih, karena dia tidak bisa melanjutkan mondoknya di Kajen.

“ emangnya kamu mau sekolah di Demak sebelah mana…? tanya temannya lagi seakan ingin tahu.

“ aku mau sekolah di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama’ ( MA NU ) Damak idolaku, katanya disana hafalannya gak terlalu sulit dan InsyaAllah aku mau cari pondok pesantren di sana”…jawab Sholkhan

“ apakah sekolah itu juga ada pelajaran kitab kuningnya?” tanya temannya

“ katanya ya ada…..tapi gak sama dengan pelajaran di pondok sini”

“ kok bisa…? tanya temanya keheranan

“ ya….karena kurikulumnya yang buat dari pemerintah, sedangkan di sini kurikulumnyakan di buat oleh pondok sendiri, tidak ikut sama pemerintah, jadi sangatlah berbeda…” jawab Sholkhan.

“ saya sebagai teman hanya bisa mendoakan semoga sukses selalu, baik dunia maupun akherat” doa temannya buat Sholkhan

“ terima kasih ya, atas bantuan dan doanya semoga kita semua mendapatkan apa yang kita cita- citakan…amin”

Dan akhirnya Sholkhan kembali ke Demak dan maneruskan sekolah di MA NU Demak Idolaku yang tempatnya berada di jantung kota, dia bersyukur banget karena di MA NU di segani sama teman- temannya dan panggilannya bukan Sholkhan tapi pak Ustadz Gaul.

Padahal orangnya bodoh dan culun, tapi mau gimana lagi yang namanya takdir Allah orang tidak ada yang tahu, dan berkah suatu ilmu datangnya belakangan, yang penting kita mau berusaha dan berdoa soal berhasil atau tidak kita serahkan pada yang Maha Membuat semua itu.

Sekian cerita singkat dari saya, bilamana ada salah ketik atau kurang bisa di fahami, saya mohon maaf, atas waktunya untuk membaca cerpen ini saya ucapkan terima kasih.

 

 

                                                            NAMA         : SHULKHANUDDIN

                                                              KELAS      : XII IPA 2

 

Pemburu Ilmu Barokah

Sekolah lanjutan pertama sudah usai, tepatnya di madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama’ Demak Sholkhan bersekolah, dia sangat senang karena dia lulus ujian nasional, tapi dibalik kesenangannya dia bingung ke mana dia harus melanjutkan sekolah selanjutnya.

“ Sholkhan, Sholkhan…..!!!!kamu melanjutkan sekolah kemana?” tanya Rona, teman sekelasnya.

“ aku bingung, mau ngelanjutin kemana???????

“ ya di mana….?” saut Rona

“ soalnya gini ….aku ingin bantu- bantu orang tuaku kerja di jakarta” jawab Sholkhan

“ oh,,,,,gituya……!!!!” serasa lega dengan jawaban Sholkhan

“ ya…..tapi, di samping itu aku juga ingin mondok saja tanpa harus dengan sekolah”.

“ mengapa gak mau dengan sekolah?”

“ aku bingung dengan pelajaran umum dan lagipula aku itu orangnya lebih mudah untuk memahami ilmu-ilmu pondok”

“ apa kamu tidak berfikir untuk melanjutkan di Madrasah Aliyah (MA)” saran Rona

“ menurut ayahku juga begitu setuju dengan usulanmu, sekalian mondok dengan sekolah di MA”.

“ ya, itu malah baik to…..kan kamu nanti disamping dapat ilmu umum juga dapat ilmu akherat ” imbuh si Rona.

“ tapi masalahnya ini, aku hanya ingin mondok saja, kan lebih enak” jawab sholkhan seakan tidak setuju dengan saran Rona.

“ oh…..ya sudah kalau keinginanmu seperti itu, aku tidak memaksa kamu itu kan sudah hak kamu untuk memilih sekolah, nantinya juga yang merasakan manfaatnya juga kamu sendiri, aku hanya bisa mendoakan semoga sukses selalu” saut Rona dengan santai.

“ ya sudah….aku mau pulang dulu ya……?”

“ ya, nanti kalau jatuh bangun sendiri ya,,,,,,,,??”

“ ya…..wkwkwkwkwkwkwkwkwk……” tawa Sholkhan dengan candaan si Rona.

Waktu Sholkhan pulang, dia teringat bahwa dia ingin sekali mendapat ilmu yang barokah dan pastinya bermanfaat di dunia dan akherat. Sesampai di rumah dia minta izin ibunya untuk sowan ke rumah kyai yang berada di kampungnya untuk minta solusi.

“ assalamualikum…”..assalamualikum…..” salam Sholkhan

“ waalaikumsalam..” jawab seorang yang berada dalam rumah

“ wah siapa ya, yang jawab salamku…” Sholkhan terkejut dengan jawaban salam tadi

“ kelihatannya seorang cewek…” bisik Sholkhan dalm hati

“ tapi siapa ya……kok gak ada orangnya” dalam hatinya bertanya-tanya, dia kebingungan berselimut ketakutan serta jantungnya deg-deg serrrrrr……………….

Lalu datanglah seorang cewek yang sangat cantik,,,,,,“ ada keperluan apa mas…?” tanya sorang cewek sambil menebar senyum kepada Sholkhan.

“ A……A…..A….A…….Aku mau bertemu dengan pak kyai” jawab Sholkhan dengan suara terbata-bata.

“ kok gagap mas ? biasa kali ye……?” ledek cewek tadi sambil menertawakan sholkhan yang semakin kebingungan dengan tingkahnya.

 “ ow…pak kyai lagi tidur..” melanjutkan jawabannya

“ kalau boleh tahu namanya siapa ya mbak..?” tanya Sholkhan dengan nada kegenitan

“ kok tanya nama juga.. lain kali aja ya!!!” jawab cewek itu dengan malu

 “ ya sudah aku pamit dulu, assalamualaikum,,,,,,,”

“ waalaikumsalam,,,,,,”

Setelah dari rumah pak kyai dengan wajah murung karena dia tidak ketemu sama pak kyai langsung dia langsung pulang ke rumah.

“ gimana sudah ketemu pak kyai belum?” tanya ibu sholkhan

“ huh menyebalkan!!!!” duduk sambil memukul kursi

“ gimana lho, kok mlah mrengut….”

“ tidak ketemu bu…” bersama dahi sholkhan mengerut

“ kok bisa….” tanya ibunya penuh keheranan

“ ya bisa….” jawab Sholkhan kesal

“ lah iya, tidak ketemu kenapa?”

“ pak kyai lagi tidur…” saut Sholkhan seakan menyesali niatnya untuk bertemu pak kyai

“ eh buk ” berdiri dengan tegak sambil tersenyum.

“ ada apa kok kayak dapat rejeki dari langit? Tanya ibuk Sholkhan yang semakin heran dengan tingkah anaknya.

“ aku bahagia buk, karena aku tadi di rumah pak kyai bertemu dengan seorang cewek” jawab sholkhan penuh senyum

“ ow..mulai ngerti cewek ya.” dengan nada marah ibunya mengingatkan sholkhan.

“ hehehehehehehehehehe” Sholkhan hanya bisa tertawa

“ lah terus siapa nama cewek tadi..? tanya ibuk Sholkhan serasa ingin tahu.

“ dia tidak mau aku ajak kenalan kok bu….”

“ alkhamdulillah, ya sudah, malah baik itu…..? sambil mengelus dada, karena anaknya tidak macam-macam dengan seorang gadis itu.

“ ow…tidak boleh ya bu….?

“ ya, tidak boleh, belom waktunya…” jawab ibunya dengan tegas.

Setelah Sholkhan selesai bercanda dengan ibunya dia istirahat.

Keesokan harinya seperti biasa sepulang dari sekolahan untuk mencari info dari sekolah, dia bercanda dengan temannya, tapi kali ini dia tidak bercanda dengan teman-temannya entah ada apa dia tidak seperti biasanya melainkan tanpa pikir panjang dia langsung pulang ke rumahnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s