cerpen menunggu keseriusan and kesetian heart 2012-2013

@benykhan

Cerpen_kunjaini: Menunggu Keseriusan (love heart)

“dede’, sebenarnya aku sudah capek, kalo kita kayak gini terus, aku pengen kita berhenti ribut, musuhan dan bertengkar, kamu mau kan?”
“Heh, dengar ya De’, aku sebenarnya juga nggak pengen lagi ribut sama kamu, kamu kira aku juga nggak capek apa?”
“Iya ya, Kia, aku juga pengen bilang ke kamu sesuatu yang selama ini aku pendam, aku pengen ngomong serius sama kamu.”
“Ya udah, ngomong aja, apa?!!!”
“dede’ sebenarnya, sejak pertama, sejak dulu sekali aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu……..”

“Haa …..?!!!! He-he ….he-he….”
“Kamu jangan ketawa, aku serius, dari dulu aku pendam perasaanku ini ke kamu, dan sekarang aku udah capek, makanya aku bilang aja ke kamu semuanya, kalo dari pertama kita kenal aku suka dan sayang sama kamu, tapi ..tapi… sebagai teman.
Apa-apaan sih beny_khan ini, aku benar-benar benci sama dia. Beberapa detik yang lalu baru aja dia bilang kalo dia suka dan sayang sama aku, tapi kenapa sekarang dipertegasnya dengan kata-kata sebagai teman, aku jadi nggak bisa mengartikan dengan jelas, apa yang ada di ahti dia sebenarnya. Tapi mata dede’ merah, dia seperti mau nangis, aku juga nggak tau harus jawab apa? Sepatah katapun nggak ada keluar dari mulutku.

Akhirnya aku ninggalin dia, dengan perasaan yang binggung dan masih bimbang, rasanya aku ingin mengungkapkan isi hatiku juga, tapi kenapa justru aku cuma bisa diam? Aneh banget? Andai aja Dede’ tau kalo aku juga punya perasaan yang sama ke dia, tapi kenapa akhirnya dia malah ngomong sebagai teman ya? Apa mungkin karena tadi aku meresponnya dengan ketawa, aduuuuh ….gimana ini? aku salah, andai aja tadi nggak ngetawain dia ……

“Agungnya Cinta tak akan pernah luntur saat bisa menjagamu selalu
Kesetiaan Kasih tak akan pernah habis walau waktu mengikisnya
Kemarahan Bumi tak bisa menghancurkan rasa cintaku padamu
Tapi Pantaskah kamu aku Miliki dengan Keadaanku yang selalu menderita ini,,
Semoga selalu ada jalan untuk bisa mendapatkan kamu Kasih”

Hari-hari pun berlalu, aku dan Dede’ nggak pernah teguran lagi. Selama ini walopun kami sering berantem, tapi satu yang nggak pernah kami lakukan, yaitu saling diam. Nah, sekarang udah hampir 2 minggu kami berdua nggak pernah ngomong lagi. Entah siapa yang mulai duluan. Yang jelas, aku dan Dede’ sampe sekarang nggak ada yang mengalah.

Siang ini, aku nggak menyangka melihat pemandangan yang membuat jantungku serasa mau copot. Di kelas itu saat jam istirahat aku melihat Dede’ lagi duduk berhadapan dengan seorang cowo’. Dia biasa-biasa aja di tempat kami di kelas. Aku baru pertama kali ini ngelihat dia, dan kayaknya mereka lagi asik ngobrol sambil ketawa-ketawa. Aku merasa sakit banget, aku cemburu, patah hati, marah dan benci banget sama mereka. apalagi sama Dede’, apa maksudnya kayak gini, baru dua minggu yang lalu dia bilang suka dan sayang sama aku, dan cepat banget dia langsung dekatin cowok lain.

Aku terus mencoba menghindari dari Dede’, kadang entah Tuhan yang mungkin mengaturnya, aku dan dia selalu aja selisih jalan, sampe-sampe kadang kami malah tabrakan, dan akhirnya dengan spontan kami langsung menghindar. Aku sebenarnya udah capek banget kalo terus kayak gini terus. Entah kapan masalah ini bakal selesai. Sampai akhirnya, aku dengar berita yang membuat aku kaget. Dede’ sekarang jadian sama cowok yang waktu itu aku pernah aku liat di kelas. Awalnya aku nggak percaya dan mungkin hatiku nggak bisa terima. Cepat banget rasanya Dede’ membuang jauh perasaannya dulu buat aku. apa mungkin selama ini dia nggak tulus ke aku?

“Banyak sekali derita dan Jiwa yang kosong saat melihatmu
hanya ingin melihatmu tiap harinya membuat aku nyaman
Menyentuhmu seakan tak kuasa lagi menahan rasa cinta ini
Ingin menjagamu seakan kamulah yang terbaik dan berbeda bagiku
ingin sekali menjagamu dan memilikimu dan memikirkanmu di setiap hariku
maka bersama angan ini tetaplah menjadi Bintang Hidupq…..”

Beberapa bulan berlalu, aku masih merasa menyesal dengan kejadian yang dulu. aku masih sering merasa sakit kalo aku liat Dede’ dan pacarnya.

Tapi apa boleh buat, semua udah terjadi, penyesalan selalu pasti datangnya belakangan. Sekarang yang membuatku masih tetap mau satu kelas dengan Dede’ cuma masa depanku, aku harus mikirin masa depanku juga, aku nggak mau gara-gara cewek hidupku hancur. Walopun sebenarnya jauh di hati kecilku, aku emang udah hancur, sakit, perih dan segala macamnya aku rasakan. Tapi untuk menghibur diriku sendiri, aku juga berhasil membenci Dede’ sepenuh hatiku. Aku bisa menghilangkan penderitaanku dengan cara membencinya. Yang aku rasa semakin hari aku semakin benci Dede’.

Suatu hari, waktu bangun pagi aku ngalamin sesuatu yang lain, dalam pikiranku terlintas wajah Dede’. Tiba-tiba hatiku jadi lunak, perasaan benci, kesal, sakit, hilang perlahan-lahan. Rasanya pintu maaf buat Dede’ udah terbuka lebar, tapi aku nggak tau kenapa aku tiba-tiba jadi selembut ini. Aku yang biasanya keras hati dan keras kepala sekarang terasa lemah dan cengeng banget. Nggak kerasa air mataku jatuh begitu aja, aku menangis sejadi-jadinya, perasaan yang campur aduk bermain di hatiku. Aku mulai menerima Dede’ di hatiku, aku merasa aku harus memaafkan dia, aku harus ikhlaskan dia buat siapapun, karena yang terjadi selama ini sebenarnya aku nggak pernah rela dia bahagia dengan siapapun, makanya timbul rasa benci di hatiku sendiri yang seharusnya nggak boleh aku rasakan. Aku udah jahat dan berdosa. Maafkan aku Tuhan.

Di tempat school, entah kenapa Dede’ kayak mencoba lagi buat deketin aku. Apa dia merasakan hal yang sama denganku? Dia mulai menegurku, dan tentu aja aku nggak nyuekin dia lagi. Di wajah Dede’ kelihatan ada rasa heran dan kaget, waktu aku merespon dia. Dia mencoba tersenyum, dan aku pun membalas senyumannya dengan tulus. Bahagia banget rasanya bisa membuat orang senang. Dan emang bahagia juga rasanya bila nggak ada rasa benci dalam hati. Sekarang aku udah bisa ikhlas merelakan Dede’ dengan cewek itu, dia pasti sangat bahagia kan? Di dalam hati aku coba untuk meminta sama Dede’, karena terus terang aku belum berani buat langsung ngomong sama dia. Waktu Dede’ lagi sendirian dan nggak tau lagi mikiran apa, diam-diam aku menatapnya, aku seolah-olah bertelepati dengan dia dan mengirimkan kata maaf ke telinganya. Aku berdoa, ya Tuhan dia dengarin aku.

Malamnya, waktu aku nunggu jemputanku pulang school. Rasanya jantungku mau copot waktu Dede’ datang tiba-tiba menghampiriku. Spontan mengambil dua tanganku.
“Kia, aku mau minta maaf. Kamu mau kan maafkan aku?”
“……..ya.”

“Benar Kia? Kamu udah maafin aku? Sekarang berarti kita temanan lagi donk?”
“……..ya, aku juga minta maaf De’.”

“Kia, aku senang banget, akhirnya kita bisa temanan lagi, kamu tau nggak? Udah dua bulan kita nggak teguran.Aku nggak percaya selama ini kamu tahan banget kayak gini, kamu benar-benar keras Kia.”

“Yee …. emang kamu apaan donk? Kalo nggak keras juga? Kamu juga tahan kan, kenapa baru sekarang kamu berani tegur aku lagi, coba?”

Akhirnya, beban yang selama ini aku tanggung terlepaskan juga. Emang waktu yang lumayan lama banget untuk punya musuh di dunia ini. Dua bulan, aku nggak pernah teguran sama Dede’. Selama itu juga aku jadi cowok jahat, kasar yang sering nyakitin hati Dede’. Nggak cuma Dede’ sih, teman-teman di sekitarku juga kena getahnya lantaran selama ini mereka juga memaksaku buat memaffkan Dede’. Tapi toh, dua bulan itu aku keras banget, dan nggak ada yang bisa meruntuhkan aku kecuali perasaanku tadi pagi yang tiba-tiba aja muncul waktu aku bangun pagi. Emang aneh.

Yang masih bikin aku penasaran, gimana ya kabar Dede’ sama pacarnya? apa mereka masih pacaran, koq anehnya beberapa minggu terakhir ini Dede’ pun jarang banget jalan sama cowok itu lagi. Apa mereka udah putus? Aku pun nggak pernah dengarin gosip mereka. Dan tiba-tiba aku tertarik banget buat mengetahuinya.

“Cowok kamu mana De’, koq sekarang aku jarang banget liat kalian jalan bareng?”
“Oo.. Dado? Kita udah putus. Udah sebulan ini nggak ada komunikasi.”

Jadi nama cowok itu Dado, cowok yang dibilang teman-temanku mirip banget sama Dede’. Dan sering banget digosipkan kalo mereka itu bakalan berjodoh karena wajahnya yang mirip. Waktu aku masih benci sama Dede’, aku berpendapat, soal jodoh kan di tangan Tuhan, belum tentu mereka jodoh hanya karena wajahnya mirip. Tapi, aku penasaran kenapa sampe putus. Yang aku amati sih, hubungan mereka kayaknya baik-baik aja. Kayak membaca pikiranku, Dede’ langsung menjawabnya.

Perjalanan Pena cintaku Padamu,,

” Setiap hari, setiap malam, setiap dan setiap aku memiliki peraasaan suka pada seseorang yang ku sayangi,,
aku selalu menjadi sebuah pena yang ingin menuliskan perjalanan cintaku untuk kamu,,
dari pena itu aku berharap akan semuanya bisa terjadi kepadaku, karena memang cintaku begitu besar kepadamu,,

Setiap Ku sendiri dan Setiap setiap setiap seperti bisanya aku memikirkan kamu,,
hanya saja yang menemaniku hanya sebuah pena dan buku tulis kosong ,,
kurangkaikan kata cinta untuk mengurangi rasa kangenku padamu,,

Setiap hari itu, melihatmu bersama orang lain, tetapi dalam mimpiku kamu selalu bersamaku,,
Berharap dapatkan dirimu dalam keadaanku yang seperti ini, sebaiknya kamu bisa Satu Detik memanggil namaku, untuk melepaskan Cintaku padamu,,”


“do bukan cowok yang nggak benar, beny_khan. Ternyata dia suka mainin perasaan cewek, selain itu dia juga cowok matre. Dado, juga suka bergaul dengan teman-teman cowok yang nggak benar, suka ngerokok, pergi dugem, aahhh …. segala macamlah. Yang jelas, kayaknya aku nggak pernah bisa mencintainya dari dulu sampe sekarang.”
“Maksud kamu?”

“Ya, dari pertama aku kenal Dado, aku berusaha keras buat cinta sama dia, tapi kayaknya yang selama ini aku rasa nggak pernah tulus. Aku nggak benar-benar mencintai dia.”
“Trus ….?”

“Ya, trus, berarti selama ini aku udah membohongi dia, aku bohong dengan diriku sendiri, dan aku juga udah bohong sama kamu.”
“Maksud kamu? Apa hubungannya dengan aku?”
Dengan pura-pura bego’ aku terus bertanya ke Dede’, dan …
“Kia, aku masih suka dan sayang sama kamu.”
“Ha-ha …..ha-ha apa? Kamu nggak salah, serius ato bercanda?”
Aduuuh ……. kenapa aku tertawa lagi ya, ya Tuhan mudah-mudahan nggak melenceng deh.

“Bercanda ….!!!”
“Oww, bercanda ya De’? Kirain kamu serius tadi, ha-ha …ha-ha …ada-ada aja kamu.”
“Ya udah, aku pulang duluan ya, kamu belum dijemput juga?”
“Nggak tau deh, koq belum dateng ya?”

Beberapa saat suasana antara aku dan Dede’ jadi canggung. Sumpah, aku benar-benar kaget denger Dede’ bilang bercanda tadi. Aku mengutuk-ngutuk sendiri dalam hati. Jadinya koq malah kayak dulu sih? Gimana ini? Koq aku juga bego ya. Artinya, sebelum Dede’ pamit dan mencoba menghidupkan mesin motornya, tiba-tiba spontan aku memanggil dia.

“Dede’, kamu sebenarnya serius ato bercanda sih? Kamu marah sama aku?”
“Lho, kenapa aku mesti marah sama kamu? Udah, nggak usah dipikirin, aku cuma bercanda koq…….”

Sekali lagi aku tanya sama kamu ya, kamu serius kan De’ dengan perasaan kamu?”
“ ………..”

“De’, ayo jawab, aku benci banget dengan Dede’ yang kayak ini, kenapa sih De’ dari dulu sampe sekarang kamu nggak pernah mau ilangin sifat gengsi dan jaim kamu?”
“Iya, Kia …..aku serius masih suka dan sayang sama kamu, dari dulu aku ngak pernah bisa melupakan kamu, walopun aku sudah mencoba membuka hati buat cewek yang lain. Tapi, entah kenapa aku selalu sayang suma sama kamu. Aku pernah berdoa beny_khan, moga-moga aja Tuhan mempersatukan aku dan kamu.”
“ …….De’, kenapa kamu susah banget buat ngomong kalo kamu itu sayang dan cinta sama aku?”

“Maaaf aku ya, jujur selama ini aku emang selalu mencoba jaim dan gengsi banget sama kamu. Aku malu, lantaran aku masih ragu dengan perasaan kamu sendiri Kia.
“Nggak De’, asal kamu tau, aku udah sayang banget sama kamu sejak pertama kali kamu bilang suka sama aku. Aku sayang sama kamu sampe sekarang De’.”

Akhirnya, semua udah terbongkar dan nggak ada lagi yang tersembunyi. Akupun udah merasa lega dan tenang banget bisa mengungkapkan isi hatiku selama ini. Ternyata perasaan aku dan Dede’ selama ini sama, cuma kemunafikan yang jadi penghalang kami. Sekarang setelah tau semuanya. aku bisa merasakan kebahagianaan yang dianugerahkan Tuhan buat aku. Terima kasih Tuhan buat semua ini.

HANYA KAU YANG KUCINTA

Apakah kau tahu setiap hari aku merindukanmu ?
Apakah kau tahu aku sangat mencintai dirimu ?
Apakah kau tahu perasaanku ?
Apakah kau tahu semua itu ?

Hanya dirimu yang selalu berada di hatiku
Tapi mengapa kau lakukan ini padaku ?
Apakah itu sosok dirimu yang sebenarnya ?
Tetapi entah kenapa aku tidak bisa membencimu ?

Pernah aku mencoba untuk melupakan dirimu
Tapi ternyata diriku tak sanggup untuk melupakanmu
Karena aku tahu pasti
Hanya dirimu yang kucinta

Percayalah kalau Kamu memang peri cintaku
setiap hela nafasmu qu rindu
Setiap sentuhanmu merasuk dalam dadaku

Yakinkan akulah cinta sejatimu”

 

 

Seulas senyuman mampu mendamaikan hati yang gelisah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s