Kumpulan Cerita Cinta Remaja Dan Idola hati yg tersakiti

Happy reading J …

 

Sulit kukira kehilangannya 

sakit terasa memikirkannya 

hancur warasku kau tlah berlalu 

tinggalkan aku begitu 

rapuh hidupku .. 

remuk jantungku .. 

 

‘ tin .. tinn .. ‘

Suara klakson mobil terdengar sampai dikamar Ova. Dengan sigap gadis manis berponi itupun segera merapikan lagi dandanannya. Setelah merasa semuanya beres, dia pun segera keluar untuk menemui pengendara mobil.

“cie ..cantik bener adek kaka”goda Dhan kaka Ova. Ova hanya tersenyum renyah menampakkan gingsulnya yang menambah ayu parasnya.

“Ova pergi dulu ka” pamit Ova sembari meninggalkan Dhan yang sedang duduk santai. Tiba-tiba Dhan segera menyusul Ova “bentar ..bentar ..” Dhan langsung mengacak-acak poni Ova. Ovapun berteriak kesal sambil ngebenerin poninya.

“hati-hati ya sayang”goda Dhan lagi.

“siap boss !”jawab Ova ceria.

Sesampainya diluar rumah Ova disambut ramah cowo tampan pacarnya.

“malem putri poniku sayang” sapa Roby.

“malem pangeran lesungku”jawab Ova ramah. Robypun segera menuntun Ova masuk ke dalam mobil.

                                                                       *****

 

“siap berwisata malam Sang Putri?” seru Roby.

Ova hanya tersenyum sembari memberi isyarat ‘oke’.

“mau kemana kita?” tanya Ova. Roby enggan memberi tau malah menyuruh Ova menutup matanya. Mendengar apa yg diucapkan Roby Ova sedikit terbahak. “tanpa tutup mata aku ga bisa liat apapun”ucap Ova. “termasuk kamu”lirihnya lagi mulai menampakan wajah sedih.

“huusst ,kamu gag boleh ngomong seperti itu lagi” kata Roby menyangkal ucapan Ova.

Ova hanya tersenyum kecut. “tapi itulah kenyataannya Roby” sambung Ova lagi.

“kamu ga usah khawatir atau pun sedih sayang,, karna ada aku ..

Aku yang akan slalu jadi mata kamu, dan menunjukkan semua warna dunia yg belum bisa kamu liat” tegas Roby sambil memeluk Ova. Ova tak bisa menyembunyikan tangis bahagianya. Sejenak mereka larut dlm suasana sendu itu.

Akhirnya Ova menuruti Roby untuk menutup mata. Sambil merangkul Ova, Roby menuntun gadis pujaannya itu ke atas bukit bintang tempat favoritnya bersama Ova.

                                                                         *****

 

 

“sekarang kamu boleh buka mata, kamu tau ini dimana?”ucap Roby setibanya mereka ditempat tujuan.

“BUKIT BINTANG” dengan pasti Ova menjawab pertanyaan Roby.

Prok ..prok ..prok . Roby bertepuk tangan mendengar jawaban Ova. “kamu hebat :*” Roby mencium lembut kening Ova. Ova hanya tersenyum, tersipu malu tepatnya.

Merekapun duduk berdua menikmati lukisan alam dengan jutaan bintang dilangit. Dengan sabar, Roby menceritakan apa yang dilihatnya pada Ova. Yah ,beginilah caranya menunjukan dunia pada kekasihnya.

Baginya Ova adalah hal paling berharga dihidupnya. Tanpa Ova dia ga akan disini.

Dulu, Roby itu cowo urakan yang ga berguna. Sampah !!!. Dia juga penggila balap liar. Tapi suatu ketika Roby mengalami kecelakaan. Dia hampir mati kehabisan darah. Semua orang yang mengenalnya tak ada yang mau mendonorkan darah untuknya. Tapi Ova, dengan senang hati Ova memberikan darahnya untuk Roby. Ova rela membatalkan jadwal kontrol matanya demi Roby. Sejak itulah Roby selalu memikirkan Ova, bidadari sekaligus malaikatnya kini. 

 

Hari ini adl jadwal Ova latian nyanyi. Roby udah siap untuk menjemput Ova dirumahnya. Dengan  pasti Roby melangkah menuju mobilnya yang terparkir dihalaman rumah. Dia tampak begitu senang akan menemui Ova. Senyumya terus mengembang menampakkan kedua cekungan dipipinya. Lesung pipi yang membuat Roby semakin terlihat manis.

Roby sudah siap membuka pintu mobil ketika darah segar mengalir dari  lubang hidungnya. Tak hanya itu, kepala Roby pun terasa berat dan sakit. Roby tumbang. Dia pingsan didepan mobilnya.

Sementara itu, Ova yg sudah bersiap dirumahnya kesal karena Roby ga dateng-dateng. Padahal Ova udah nunggu hampir 1 jam. “Roby belum dateng juga?”tanya Dhan pelan. Ova hanya mengangguk sambil menggembungkan pipi cubbinya. “kaka anterin aja ya?”tawar Dhan tak tahan melihat adik cantiknya cemberut. Tapi Ova tetap bungkam, dia hanya mengangguk.

“idikh kenapa nih adik kaka kok jadi ga bisa ngomong gini”goda Dhan sambil mengacak-acak poni Ova. Taktiknya sukses. Ova akhirnya bersuara. “kakaaa !!” teriak Ova.

                                                                      *****

 

 

Seharian Ova ga dapet kabar dari Roby. Sejak Roby batal mengantarnya ketempat les vokalnya. Hari ini pun dari pagi Ova belum dapat kabar. Udah 2 janji yang Roby batalin. Ngebuat Ova kesal plus cemas. “ga biasanya Roby ngilang tanpa kabar gini” batin Ova. Akhirnya jadwal kontrol matanya hari ini pun dia ditemani Dhan.

Ova segera menemui dokter  ketika namanya dipanggil. Dengan sabar Dhan menunggui adiknya diruang tunggu. Tiba-tiba perhatian Dhan tersita pada satu pasien yang dikenalnya baru keluar dari ruang dokter. “Roby ..” lirih Dhan. Yah ,dia adalah Roby. Roby terlihat masih mengobrol dengan dokter Aan.

 

 

“jadi berapa lama lagi waktu aku sob?”ucap Roby penasaran pada dokter Aan yang juga sohibnya.

“2 minggu Rob”sesal Aan sambil menepuk bahu Roby. Menenangkan Roby tepatnya. Roby masih pucat. Dia ga sanggup membayangkan sisa hidupnya yang tinggal 2 minggu. “aaaaarrrrggghh !!”teriak Roby sambil memukulkan tinju ketembok.

“Makanya, mulai besok kamu harus dirawat intens di RS”sambung Aan.

“ga An, buat apa aku dirawat kalo endingnya gaku bakal mati juga”berontak Roby. Dia mulai lemas dan terduduk di lantai.

“ka Dhan ?”seru Ova ketika keluar dari ruangan. Suara yang begitu di kenal Roby.”Ova ?” bisik Roby saat apa yang melayang di otaknya benar. “Ova ada di sini “batinnya. “Dhan !”ucap Ova lirih begitu sadar Dhan memperhatikannya. Tapi Dhan hanya diam, sembari menuntun adiknuya ke arah Roby. Dg sigap Roby menarik Dhan.”please Dhan jangan kasih tau Ova”pinta Roby tulus. “tapi dia berhak tau”bentak Dhan 

“please Dhan. Aku ga mau liat Ova sedih. Aku bakal ngegunain sisa waktuku buat bahagiain Ova” lanjut Roby. Dia hampir putus asa. Tapi akhirnya Dhan mengiyakan. Dhan juga ga mau ngeliat Ova sedih apalagi menangis. “oke sob, tapi lo juga harus jaga diri lo !”ucap Dhan sambil menepuk pundak Roby yg lemah. Roby mengangguk”pasti Dhan”batinnya.

                                                                 *****

 

 

“hay Rob”sapa Nard guru vocal Ova. “hay Nard”jawab Roby sambil tersenyum. Tangan Roby masih menggenggam erat tangan Ova. “ehem, tuh tangan lengket aja?”goda Nard pada Ova dan Roby. Roby terkekeh. “idih ka Nard sirik aja nih”ceplos Ova menjulurkan lidah kearah Nard. “yee nih anak pake melet-melet lagi”kata Nard sambil tertawa.

“kita mulai aja latiannya” sambung Nard. “oke !”Ova semangat banget hari ini. Dg isyarat tangan “oke”nya dia mulai melepas gandengan Roby “aku latian dulu ya?”ucapnya pada pangeran Lesungnya.

Ova mulai menunjukan bakat tarik suaranya. Suara indah yg melengking tinggi. Saat Ova berlatih menggunakan musik Nard mendekati Roby. “idun lo berdarah Rob”ucap Nard mendapati cairan merah mengalir lewat hidung Roby. Roby segera mengelapnya dg tissue. “Lo sakit ?”tanya Nard. “gag ko, cuma mimisan aja paling”jawab Roby enteng. “oh ..sukur deh “Nard menghela nafas lega.

Kau buat hatiku bicara .

Cinta ..sungguhku cinta ..

 

Ponsel Roby mendenging. Ada panggilan masuk. Roby segera menghindar dr Nard untuk mengangkat telfon.

“gue udah dapet donor korneanya”suara berat Aan diseberang.

“bener sob, thank’s banget ya”jawab Roby girang. Usahanya untuk membuat malaikat hatinya bisa melihat lagi akhirnya akan terwujud. “thank’s god”ucapnya lirih.

 

 

20 oktober 2010. Tepat 1 taun hari jadi Ova dan Roby. Tepat hari dimana Ova akan bisa melihat lagi. Dan tepat hari terakhir Roby hidup menemani putri poninya. Pagi ini darah terus merembes lewat rongga hidung Roby. Roby pun memutuskan untuk menemui Aan dulu sebelum kerumah Ova.

“please sob dngerin gue, lo harus dirawat sekarang”bentak Aan pada Roby. Roby hanya tersenyum pilu.

“ga An !”ucapnya tenang “kenapa!”Aan kembali membentak.

“hari ini Ova untuk pertama kalinya bisa melihat lagi. Gue harus ngasih yg terbaik buat dia sebelum akhirnya gue pergi”jelas Roby.

Pelan-pelan Ova membuka matanya. Dg hati-hati dia melihat sekelilingnya. Roby dan Dhan tersenyum lega disusul senyum Ova. Dhanpun langsung memeluk dan mencium kening Ova. Demikian pula dg Roby.

                                                                       *****

 

 

Rasa haru plus seneng bercampur dihati Ova, Dhan juga Roby. “ehemm, Ova pengen bikin minum buat kalian”seru Ova bersemangat. “15 maju, 7 kiri ,5 maju”Ova mengitung langkahnya menuju dapur seperti yg dilakukannya dulu saat masih buta. Dhan dan Roby hanya terkekeh melihat ulah lucu Ova. “masih aja kaya dulu”ujar Dhan. Roby kembali tersenyum sambil memegang mulutnya. “idung lo Rob” seru Dhan. Darah segar kembali mengalir dr hidung Roby ketika Ova telah siap membawa nampannya. “segitu parahkah Rob ?”lanjut Dhan. “leukimia stadium akhir Dhan”jawab Roby singkat. Dia masih sibuk membersihkan darahnya. 

PPRRAAAANGGG ..

nampan yg dibawa Ova tergelak dilantai disusul tubuh Ova yg lemas mendengar obrolan Roby dan kakanya. Tangisnya membanjir. Roby segera memeluk Ova yg tergeletak lemas.

“Ova ..”bisik Roby sembari mendaratkan kecupan di kening Ova. Ova tak menjawab masih terisak dipelukan Roby.

 

 

Ova mulai berontak. Di dorongnya tubuh lemah Roby. Dia marah. Marah karena begitu bodoh sampai tak tau kalo Roby sedang sekarat. Tapi Roby tak jera memeluk Ova. Meski Ova terus meronta. 

“kenapa Roby, kenapa ..?”isak Ova. “sayang, hal ini lah yg aku khawatirkan. Kau akan menangis karnaku. Sedang aku, sama sekali tak mau liat kamu nangis”jelas Roby. “aku emang bodoh Roby. Sampai hal penting seperti inipun aku ga tau”lanjut Ova. “ga sayang, ga ..”sekali lagi Roby mencium kening Ova. Tangisnya pun mulai mengalir.”maafkan aku sayang”bisiknya kemudian.

Ova mulai terlihat tenang. Mata sipitnya makin menyipit krna lebam bekas tangis.

“mau ikut aku?”pinta Roby.

“kemana ?”jawab Oua.

“hari ini aku untukmu. Aku akan berikan dunia buat kamu. Sehari penuh”Roby bersemangat. Ova hanya tersenyum. Senyum pilu menahan tangis. “Lelaki ini, begitu mencintaiku tuhan. Kenapa tak kau beri waktu lagi untuknya ?

Kenapa tak kau beri kesempatan untukku untuk membalas cintanya .

Tuhan ,,tolong jangan ambil dia dariku .

Izinkan aku membuktikan padanya bahwa akupun teramat mencintainya “batin Ova sembari meneteskan air matanya .

                                                                           *****

 

“kamu tau tempat ini?” tanya Roby

“Bukit Bintang” jawab Ova pasti.

Mereka berdua duduk diatas bukit sembari melihat percikan bintang dilangit malam ini. “malam yg indah”ucap Roby sambil melengos tersenyum ke arah Ova. Ova tersenyum mengiyakan.

“ini buat kamu”kata Roby sembari ngasih walkmam ke Ova. Kening Ova berkerut. Tak mengerti maksud cowo yg dicintainya itu.

HAPPY ANNYVERSARY 1 tahun kita bareng sayang”Roby mengecup kening Ova dg lembut. “aku pengen suatu saa kamu nyanyiin lagu itu”lanjutnya. Ova tersenyum. “pasti” jawab Ova singkat.

Roby lalu memasangkan earphone di telinga Ova. Dg lembut dan senyum yg terus mengembang Roby memandangi wajah Ova. Lalu mereka kembali menatap lukisan alam yg tergambar indah. Saat lagu yg terdengar Ova habis, tiba-tiba bahunya terasa berat.

Kepala Roby terjatuh dibahu Ova.

Remuk Jantungkuu ..

Kalimat terakhir di lagu Roby yg Ova dengar. Ova segera membangunkan Roby. Tapi Roby tetap diam. Roby telah pergi. Pergi tuk slamanya. Meninggalkan catatan manis di hidup Ova.

ROBY . . . . “jerit Ova keras dan terisak.

                                                                    *****

Karna kamu nyawaku 

Karna kamu nafasku

Karna kamu jantungku

Rapuh hidupkuu ..

Remuk jantungkuu ..

Ova membuka mata basahnya. Dia sudah menepati janjinya pada Roby. “remuk jantungku” lagu pamungkas konser tunggalnya sukses ia bawakan. Ova begitu menghayati lagu itu sembari membayangkan kisahnya bersama Roby.

Semua penonton bertepuk tangan. Begitu pun Dhan, Aan, dan Nard.

Ova tersenyum puas.

“Sayang ,,pangeran gingsulku aku merindukanmu.

Dan aku masih mencintaimu.

Roby “batin Ova.

Ova kembali terpejam. Kalimat-kalimat cinta Roby kembali membayang di pikiran Ova.

 

putri poni ..

Mungkin saat kau mendengar ini .

Aku sudah tidak ada di sisimu lagi .

Tapi sungguh tak ada niatku buat kau sendiri

Maaf sayang.

aku tak memberi tahumu dahulu

Aku hanya tak ingin lihat kau menangisiku

Tapi yakinlah sayang ..

aku tetap mencintaimu

dan slalu menyayangimu sampai akhir hayatku ..

Tanpa kamu ku lemah

Tanpa kamu ku resah

tanpa kamu ku gundah

Karna kamu ..

Remuk jantungku ..

                                                                    

                                                                   **TAMAT**

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s