Memahami Diri Dan Lingkungan Sekitar Kita

 

Wacana pemikiran dalam memandang Situasi dalam pergaulan dan pengetahuan tentang kepribadian untuk kebaikan hidup

 

Jumat, 17 September 2010

8 Tanda Pria mempunyai Masa Depan Cerah

Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang Anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia.


1. Punya tujuan hidup

Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya.

Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, “Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir.”

2. Mandiri
Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras.

3. Hobi menolong
Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari.

4. Bersahabat dan berwawasan
Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri.

5. “Family man”
Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya.

6. Memiliki investasi
Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.

7. Realistis dan lurus
Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

8. Optimistis dan positif
Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata “tidak bisa” atau “malas deh melakukannya”. Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan. Readmore »»

Diposkan oleh Ical D’Caprio di 02:13

Reaksi: 

 

0 komentar Link ke posting ini

http://kepribadianmu.blogspot.com/

 

Rabu, 03 Maret 2010

KUNCI SUKSES ARISTOTLE ONASSIS

Ingin sukses dan kaya raya seperti Aristotle Onassis? Salah seorang Dextoners berbaik hati mengirimkan “surat wasiat” Aristotle Onassis yang katanya juga jadi kiat suksesnya. Entah benar atau tidak, tapi beberapa hal yang ditulis kelihatannya masuk akal. Berikut “surat wasiat” Aristotle Onassis:

1. Jaga badanmu agar tetap sehat. Banggalah dengan fisik yang kita punya. Jangan risaukan hal-hal kecil, kita tidak sejelek seperti apa yang kita bayangkan.
Ingat kulit yang sehat akan tampak seperti orang yang banyak uang.

2. Usahakan tersenyum, jangan suka cemberut. Perlihatkan bahwa segalanya beres.Tunjukkan bahwa hidupmu sehari-hari selalu tampak menyenangkan.

3. Jaga penampilanmu. Jangan pernah memperlihatkan dan menceritakan kemelaratanmu. Karena biasanya orang benci pada orang yang melarat.

4. Jangan tidur terlalu banyak. Kalau dapat mengurangi tidur 3 jam sehari, maka
dalam setahun akan menambah waktu 1,5 bulan untuk meraih sukses.

5. Makan minum secukupnya. Jangan makan sambil bicara bisnis,tunggu sampai selesai dulu. Jangan menghabiskan waktu berjam-jam di meja makan selagi ada pekerjaan mendesak, yang harus segera diselesaikan.

6. Kalau tidak punya modal, pinjam dulu dalam jumlah besar. Jangan meminjam dalam jumlah sedikit. Jangan sekali-kali menunda jadwal pembayaran. Jaga reputasi, buat pemodal atau Bank percaya padamu.

7. Pilihlah teman yang dapat mendorong prestasimu. Hindari orang yang suka mematahkan semangatmu.

8. Dengarkan orang lain. Buatlah mereka merasa senang. Hormati mereka, maka kita akan dihormati oleh semua orang. Ini adalah kunci sukses yang utama

Diposkan oleh Ical D’Caprio di 19:46

http://kepribadianmu.blogspot.com/2010/03/kunci-sukses-aristotle-onassis.html

 

Memahami Diri Sendiri

     

 

Sabtu, 30 Mei 2009 08:02

Memahami orang lain tidaklah mudah, tetapi ternyata memahami diri sendiri ternyata jauh lebih sulit lagi. Secara fisik saja, umpama tidak ada cermin atau semisal itu, maka manusia gagal memahami wajah dirinya sendiri. Untung Tuhan menciptakan cermin, sehingga manusia dengan sarana kaca itu, secara fisik bisa melihat dirinya sendiri. Apakah wajah dirinya tampan, cantik atau sebaliknya bisa dilihat melalui alat itu.

Untuk mengetahui aspek non fisik, misalnya tingkat kecerdasan seseorang, maka para ahli telah berusaha membuat alat ukurnya. Sekalipun tidak persis, alat ukur itu telah digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan untuk mengukur keluasan pengetahuan seseorang, telah dikembangkan berbagai macam test, berupa soal-soal atau pertanyaan-pertanyaan yang kemudian harus dijawab oleh mereka yang sedang ditest. Atas dasar jawaban-jawaban itu, maka ditentukan tingkat keluasan pengetahuannya.

Selain itu juga telah dirumuskan alat untuk mengukur sikap, bakat, dan perilaku. Sekalipun tidak selalu didapat kesimpulan secara persis, namun hasilnya bisa digunakan untuk memahami, ——–pada tingkat tertentu, diri atau pribadi seseorang. Bidang ini biasanya ditekuni oleh orang-orang psikologi. Berdasarkan pengetahuan yang dikuasai, mereka melakukan pekerjaan professional di bidang itu.

Apa yang dilakukan, baik oleh guru tatkala membuat soal ujian ataupun juga para ahli psikologi dalam membuat instrument-instrumen pengukuran, hanyalah digunakan untuk mengetahui kemampuan, jiwa atau perilaku orang lain. Istrumen yang dihasilkan itu bukan untuk mengetahui dirinya sendiri. Siapapun, tidak akan mampu memahami dirinya sendiri. Oleh karena itu jika ingin mengetahuinya, maka selalu memerlukan bantuan orang lain.

Manusia melalui kegiatan riset yang ditopang oleh alat-alat laboratorium yang modern telah berhasil mengungkap rahasia alam. Apa yang dahulu tidak pernah terbayangkan, ternyata dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka rahasia alam berhasil dapat diketahui oleh manusia. Namun demikian, ternyata pengetahuan tentang manusia, —–apalagi tentang dirinya sendiri, tidak secepat diperoleh sebagaimana ketika memahami alam.

Kegagalan manusia dalam memahami dirinya sendiri selalu menjadi sumber kegagalan dalam mengembangkan aspek kehidupan yang lebih luas. Seorang yang merasa hebat, cakap, dikenal luas, artinya tidak tahu akan posisi dirinya yang sebenarnya, akhirnya mengalami kesalahan dalam mengambil keputusan. Orang mengatakan di atas langit masih ada langit. Bahkan dalam kitab suci al Qur’an dikatakan bahwa langit itu berlapis tujuh. Artinya, harus selalu menyadari bahwa masih ada orang lain yang lebih hebat di atas dirinya.

Sebatas untuk mengetahui tentang diri sendiri, ternyata memang tidak mudah bagi siapapun. Untuk mengetahui diri seseorang selalu memerlukan bantuan orang lain. Namun orang lain pun tidak mudah memberitahukannya. Seringkali orang menjadi tersinggung, atau bahkan menjadi sakit hati, dan marah jika ditunjukkan atas kesalahan dan kekurangannya. Manusia pada umumnya, lebih suka ditunjukkan kebaikan dan kelebihan tentang dirinya, dan sebaliknya, tidak menyukai jika orang lain menyebut kekurangan dan kelemahannya.

Al Qur’an dan hadits nabi memberikan informasi banyak tentang siapa manusia ini. Jika kita membaca surat al Baqoroh misalnya, Allah swt., sejak di awal surat itu menjelaskan tentang watak, karakter dan perilaku manusia. Setidaknya ada tiga kategori manusia, keduanya berada pada posisi jelas, yaitu orang yang disebut sebagai orang-orang muttaqien dan orang-orang kafirien. Tetapi ternyata ada satu kelompok lagi lainnya yang tidak jelas, yaitu kaum munafiqien, yakni orang-orang yang selalu menampakkan diri pada posisi tidak jelas.

Setelah membaca surat al Baqoroh berulang-ulang, lalu merenung-renungkan kembali dan kemudian melihat berbagai kenyataan dalam kehidupan ini, ternyata memang tidak mudah manusia dipahami. Maka pantaslah jika di awal surat itu pula, dikisahkan bahwa Malaikat melakukan semacam protes, tatkala Allah swt., akan menciptakan makhluk yang diebut manusia ini.

Karena keterbatasannya itu, manusia selalu memiliki sifat salah dan lupa. Mereka mengejar-ngejar kemajuan, ternyata justru kemunduran yang didapat. Banyak orang mengejar kekayaan dan juga kekuasaan, namun harta dan kekayaannya yang didapat itu justru mencelakan dirinya. Seseorang dianggap teman, ternyata justru berperan sebagai musuh. Petugas memberantas korupsi, ternyata justru melakukan penyimpangan lebih besar lagi. Hal-hal semacam itu selalu terjadi dalam kehidupan, karena manusia seringkali tampak dalam wajah yang tidak sebenarnya.

Akibatnya banyak orang keliru, tatkala melihat kehidupan orang lain dan bahkan juga suatu bangsa. Kemajuan orang lain dan juga suatu bangsa hanya dilihat dan diukur melalui ukuran-ukuran yang sederhana, misalnya dari jumlah kekayaan yang didapat, kekuatan militer, dan teknologinya. Padahal belum tentu kekuatan itu memberikan manfataan, tidak terkecuali bagi dirinya sendiri.

Islam, agama yang dibawa oleh Muhammad saw., memiliki ukuran sendiri dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang dan bahkan juga keberhasilan suatu bangsa. Ukuran itu ialah berupa keimanan, amal sholeh, akhlak dan atau ketaqwaannya. Tolok ukur ini jauh lebih mulia, tidak sebatas perolehan yang hanya berupa benda fisik, melainkan sesuatu yang benar-benar menyelamatkan dan membahagiakan manusia dan bahkan semua makhluk dan jagad raya ini.

Atas dasar ukuran-ukuran keberhasilan hidup yang saya tangkap dari petunjuk kitab suci itu, maka seringkali saya merenung, bahwa jangan-jangan justru bangsa kita ini sesungguhnya telah meraih tingkat kemajuan yang sebenarnya. Hanya saja, kemajuan itu tidak kita kenali sepenuhnya, atau dalam bahasa Islam kurang kita syukuri, karena memang bersyukur dan mengenal diri sendiri itu sulitnya bukan main. Wallahu a’lam.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s