PELAJARAN HAQIQAT WA THORIQOH and Pelajaran Ilmu Syari’ah

A.Pelajaran Ilmu Syari’ah
AL MASA’IL FII TAFSIR AL-QUR’ANUL KARIM (Mempelajari Syariah Islam berbagai masalah di dalam Tafsir Al-qur’an yang mulia)

B.PELAJARAN HAQIQAT WA THORIQOH
I.1.TALQIN SYAHADAH
2.TALQIN DZIKIR
II.PELAJARAN SULUK
1.DZIKIR QOLBU
2.DZIKIR LATHOIF (DZIKIR TUJUH TEMPAT)
A.Latifatul Qolbi
B. Latifatul Ruh
C. Latifatul Sir
D. Latifatul Khofi
E. Latifatul Akhfa
F. Latifatul Nafsun Natiqoh
G. Latifatul Kullu Jasad

3.DZIKIR NAFI WAL ISBAT
4. DZIKIR WUKUF
5. MUROQOBAH ITHLAK
6. MUROQOBAH AHDIYATUL AF’AL
7. MUROQOBAH MA’IYYAH
8. MUROQOBAH AKROBIYYAH
9. MUROQOBAH AHDIYATUDZ-DZAT
10. MUROQOBAH AHDIYATUL DZAT SYARFI WAL BAHTI
11.MAQOM MUSYAHADAH
12. MAQOM MUKASYAFAH
13. MAQOM MUKHOBALAH
14. MAQOM MUKAFFAHAH
15. MAQOM FANA FILLAH
16. MAQOM BAQO BILLAH
17. MAQOM TAHLIL LISAN

C.PENAMATAN PELAJARAN KEPUTUSAN KAJI
1. Sihirotul maut (8 pintu jalan kematian) (Dibukakan oleh Mursyid dlm 6 jam)
2.Musyahadah haqiqatul nafsi (liqo-un nafsi) (melihat wujud nafsi dengan mata kepala)
3.Musyahadah Nurun ‘alan Nurin (Liqo Allah) (Qs 24:35) (dibukakkan Mursyid 2-4 jam)
4.Musyahadah Haqiqatun Muhammadiyyah SAWW (Berjumpa dengan Rasullullah SAWW/liqo Rosul)
Adapun pelajaran tambahan bagi mereka yang telah sampai kepada penamatan pelajaran (Keputusan Kaji) Ada Sembilan.
1.Maqam mahabbah ila silsilah Thoriqotul Aliyah.
2.Musyahadah Aimmah (ketemu ahli silsilah).
3.Haqiqatul Wilayatul Ula.
4.Haqiqatul kamalatur Risalah.
5.Haqiqatul kamalatul Qur’an.
6.Haqiqatul kamalatul Ka’bah.
7.Haqiqatul kamalatus Sholah.
8.Haqiqatul kamalatul Ulul Azmi.
9.Haqiqatul kamalatun Muhammad SAWW.

Ditulis dalam Uncategorized | Tidak ada komentar »
Jika memang alquran adalah pelajaran dan petunjuk
Februari 5, 2009 by kakakikikokokeke

Bismilaahirrahmaanirrahiim..(baca)

Allahumma Salli ala Sayiddina Muhammadin wa ala alihi wa sahbihi wa salim…3x (baca)

Jika memang alquran adalah pelajaran dan petunjuk

(QS. Ali Imran [3].138 (Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

1.Pernahkah kita bertemu Tuhan.

[AR RUUM 30:8] Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.

NB : Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya. ( ingat kata…ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya,QS AL ARAFF dibawah ini pd poin 2 akan menjelaskan dimana sajakah pertemuan itu dan apa tujuannya kita bertemu Allah)

[41:54] Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.

2.Awal kejadian manusia.

[AL ARAAF 7:172] Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

NB : 1. “Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka (NB anak anak adam berlaku untuk kita semua,ruh anak anak adam yg masih berada di dalam alam ruh )

2.dan Allah mengambil persaksian terhadap nafs-nafs (jiwa-jiwa, anfusihim) mereka: “Bukankah aku ini Rabb-mu?” Mereka menjawab, “(Qaalu, bala syahidna,)” benar, (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi”( NB jadi jiwa-jiwa manusia tersebut sudah bersaksi siapa tuhan mereka dan mereka melihat tuhan di alam ruh sehingga hiduplah mereka karena Nur Allah).

3. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,
NB: (jelas kalimat bani adam yg ditujukan kepada kita manusia dimuka bumi sampai akhir zaman,Jadi tuntutan allah agar jiwa jiwa manusia tidak lengah dan jiwa jiwa tersebut di tuntut meneguhkan serta mengkaitkan asal mula kejadian manusia untuk mengenal siapa tuhan semesta alam dari alam ruh,dunia,sampai akhirat nanti ,jadi apakah di dunia ini mutlak wajib kita harus mengenal siapa tuhan semesta alam seperti waktu dia alam ruh dulu,agar di hari kiamat nanti kita kenal dan tahu siapa rab kita)

[al baqarah 2:26] Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.

[al baqarah 2:27] (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

NB : 1.[al baqarah 2:27] (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, (lihat Qs Al Araaf 172 diatas menjelaskan perjanjian antara jiwa-jiwa dengan Allah)
2. dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya ,(NB jelas keinginan Allah agar jiwa-jiwa ini jangan sampai memutuskan/bisa dikatakan lalai dalam persaksian penyaksian Allah di dunia dan di akhirat)
[al baqarah 2:28] Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

NB : 1. [al baqarah 2:28] Mengapa kamu kafir kepada Allah, (ayat ini bukan menjelaskan proses renkarnasi seperti pemahaman agama lain budha atau hindu atau kepercayaan lain-lain,ayat ini diyakini para jamaah islam liberal adalah penjelasan mengenai manusia yang mengalami mati berkali-kali atau reinkarnasi,ini jelas-jelas bertentangan dengan ayat-ayat Alquran QS Al Araf 172 ) mati menurut Alquran adalah jiwa-jiwa yg lalai terhadap pertemuan/persaksian terhadap dzat Allah.
2.jelas ayat ini menunjukkan sifat dari dzat Allah yang mampu menghidupkan” padahal kamu tadinya mati “ maksudnya adalah saat jiwa jiwa manusia di alam ruh belum bersaksi dikatakan mati,”lalu Allah menghidupkan kamu” dengan persaksian tersebut hiduplah jiwa-jiwa tersebut (lihat QS Al Araf 172).
3.kemudian ada lagi sambungan ayatnya “kemudian kamu dimatikan” jelas saat jiwa-jiwa masuk kedalam janin didalam kandungan sampai pada akhirnya terlahirkan ke dunia jiwa-jiwa didalam tubuh manusia ini mengalami mati ingat yg dimaksud mati adalah matinya hati (qolb) dalam mengingat perjanjian dengan Tuhan sewaktu di alam ruh karena manusia pada dasarnya selalu melihat pada yang kasar saja (lihat Ar ruum 30:7).jadi ayat al baqarah 2:28 ini pun jelas mengatakan orang-orang yg tidak mengenal tuhannya di atas dunia pada dasarnya mati(mati hatinya).
4. “ dan dihidupkan-Nya kembali”,arti hidup kembali jelas posisi masih diatas dunia,jadi jiwa-jiwa ini harus bersaksi kepada Allah supaya tidak termasuk orang-orang yang lalai dalam mengingat Allah,jelas pula ayat tersebut menjelaskan akan kemana arah jiwa-jiwa tersebut “kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”berarti jika jiwa-jiwa itu mampu kembali kepada Allah berarti manusia tersebut sudah menghubungkan dengan keteguhan akan persaksian di alam ruh,dunia,akhirat,jelas tidaklah mampu jiwa-jiwa itu kembali kepada Allah jika jiwa-jiwa itu sendiri lupa arah dan kepada siapa akan kembali.

[18:101] yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.

NB [18:101] orang-orang yang mata dan pendengaran hatinya tertutup

[18:102] maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.

[18:103] Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

[18:104] Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

[18:105] Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

NB [18:105] Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia,(Jelas bahwasanya kesaksian itu harus di tegakkan didalam perjalanan jiwa-jiwa melalui alam-alam yg sudah ditetapkan Allah)

[18:106] Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.

[18:107] Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal

[18:108] mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.

[18:109] Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

[18:110] Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

NB [18:110] Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu,(bukan ber arti rosulullah mempunyai fisik selemah manusia ayat ini menjelaskan rosulullah fisiknya terlihat seperti manuisa umumnya,mata 2 kaki 2 tangan 2 dll tanpa kekurangan)

Nb [18:110] Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.(Ingat kalimat ” barang siapa yg mengharapkan perjumpaan dengan tuhannya”…)

[AR RUUM 30:7] Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.

NB : Disebutkan dalam [AR RUUM 30:7]

1.Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia (NB jadi banyak manusia Cuma mengetahui yg kasar dari mata kepala,sedangkan mengenai hal hal yang ghaib itu sendiri masih banyak manusia yang tidak tahu)
2., sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.( NB sehingga manusia diatas muka bumi pun banyak yg lalai…dalam hal ini manusia bisa dibilang lalai dalam hal apa …simak QS alquran berikut AR RUUM ayat [AR RUUM 30:8] Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.

NB: Disebutkan dalam [AR RUUM 30:8] :

1. Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?(jelas dalam surat AL Araaf 172 di atas mengenai jiwa jiwa bani adam akan kejadian mereka dan persaksian terhadap Allah,manusia di dunia disuruh memikirkan berarti jelas kita di dunia posisinya untuk berpikir prihal tentang kejadian kita )
2. ? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan (jadi antara akhirat dan dunia harus ada arah tujuan ,dan adanya alam ruh dan alam dunia mempunyai hubungan yang sangat erat)
3. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.(dengan tegas Allah mengatakan banyak manusia yg ingkar akan pertemuan dengan tuhannya…di ulang…pertemuan dengan tuhan.. ayat ini jelas mengatakan manusia bukan lagi jiwa-jiwa yg ingkar,tetapi manusia yang ingkar yang sudah ada jiwa-jiwa didalamnya tubuhnya dan berdiri di atas dunia saat inilah banyak yang ingkar tentang “ kejadian diri mereka saat pertemuan dengan tuhan ” berarti jiwa jiwa yg ada di alam ruh dulu setelah memiliki tubuh fisik yg dikatakan manusia itu menjadi lupa/ingkar terhadap pertemuan dengan tuhannya,jelas erat hubungan antara alam ruh ,alam dunia ,akhirat)
Jadi dari ayat ayat tersebut bisa kita lihat siklus perjalanan jiwa jiwa bani adam dari (alam ruh) menuju manusia (alam dunia) ,dan jiwa jiwa kembali kepada ALLAH (akhirat),kini jelas asal kita dari mana dan mau kemana, jelas terlihat arahnya akan perjalanan jiwa-jiwa ini dan siapa yg di tuju pada akhirnya.
SIKLUS PERJALANAN JIWA_JIWA MANUSIA DAN APA YANG DI TUNTUT ALLAH KEPADA JIWA JIWA KITA.

1.1 Alam ruh ……ruh bersaksi …(berjumpa dengan dzat Allah)
1.2 Alam dunia …ruh bersaksi…( ?? )
1.3 Alam akhirat…ruh bersaksi …(berjumpa dengan dzat Allah)

Dari poin 1.2 …jadi apa Haqiqat manusia hadir di bumi ini ?jelas kita harus bersaksi akan siapa tuhan kita agar di akhirat nanti kita tdk lalai. Langsung kpd pokok permasalahan,saat tubuh fisik ini hadir di alam dunia dengan adanya jiwa jiwa di dalam jasad kita masing masing,terpikirkah oleh kita bahwasanya jiwa jiwa tersebut sudah melewati 1 alam yaitu alam ruh, Pertanyaan besar timbul: apakah masih sama jiwa/ruh kita yg pernah berada di alam ruh dulu yang pernah bersaksi akan dzat Allah ,dan kini jiwa/ruh tersebut bersemayam didalam tubuh fisik kita saat ini,…sama apa tidak coba renungkan sesaat,…..jelas jawabannya “ SAMA ” , Jikalau memang jiwa/ruh tersebut sama,timbul pertanyaan lagi mengapa kita LUPA/bisa dikatakan LALAI mengenai persaksian kita di alam ruh dulu,kita langsung pada pokok titik permasalahan mengenai “Jiwa/Ruh” jadi Jiwa/Ruh adalah saksi akan adanya Tuhan dan sekarang menjadi salah satu komponen manusia yg erat hubungannya,Jadi Apakah “ruh” itu…dan dimanakah dia bersemayam di dalam diri manusia ,begitu luas langit Allah dalam diri manusia sehingga masih terdapat misteri yg sering disebut-sebut dalam Al quran dan selalu disebut-dalam kehidupan kita sehari hari, yang merupakan komponen jasad manusia yg sangat erat pula hubungannya dalam proses mengingat kembali melalui perjalanan spiritual Jiwa/Ruh kita yg terurai secara baku di dalam AL quran ,salah satu komponen tersebut adalah “HATI” (Qolb). yg secara gamblang akan dijelaskan di dalam Al-quran dan Hadist yg senafas dengan Al-quran.dan seberapa pentingnya kita mengetahui letak hati.

Simak 1 ayat alquran ini…

[Al ISRA 17:85] Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan(ilmu) melainkan sedikit”.

NB : Disebutkan dalam Q.S. 17 : 85, “Katakanlah, Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan (tentangnya) melainkan sedikit.” (NB Ayat ini jelas adanya (Kalau dikatakan ruh itu urusan tuhan,namun jangan lupa ayat tersebut menyebutkan pula kita diberi pengetahuan(ilmu) melainkan sedikit (sedikit kata allah…begitu luas bagi kita),ilmu disini adalah jalan menuju Nur Allah)..

[AL ISRA 17:72] Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).

NB : Disebutkan dalam [AL ISRA 17:72]
1.Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini (NB jadi manusia itu ada yang buta di atas dunia,buta adalah tidak melihat,buta disini adalah mata hati/mata bathin yang tidak mampu melihat bukan mata fisik,jadi apa yg Allah inginkan dari Hati yang melihat,dari ayat-ayat di atas jelas hal-hal yang membuat manusia tersesat (orang bisa tersesat karena tidak tahu)di akhirat karena manusia lupa akan kejadiannya dimana jiwa-jiwa itu pernah bersaksi akan pertemuan dengan Tuhannya di alam ruh,dan ayat ini jelas menekankan di atas duniapun hati (qolb) kita harus bersaksi akan pertemuan dengan Tuhan.
2. niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (NB semakin jelas perjalanan jiwa-jiwa ini mengemban amanah dari Allah bahwasanya jiwa bersaksi akan perjumpaanya dengan Tuhan menjadi kunci keselamatan dunia akhirat maka manusia didunia harus bersaksi pula akan perjumpaanya dengan Tuhan kalau tidak ingin sesat di akhirat.Ayat ini pun menjelaskan barangsiapa manusia dimuka bumi ini yang buta hatinya maka dia akan tersesat pula di akhirat NB,nota bene dia ahli menghafal alquran,seorang hafids,seorang ahli ibadah atau berKTP agama islam atau agama lain,berjubah,berbendera pemahan pemahaman apa pun itu(muhammadiyah,Islam jamaah,ahlus sunnah waljamaah,dll) karena Tuhan sendiri tidak melihat itu semua menjadi suatu jaminan dia akan selamat di akhirat nanti,Allah menginginkan orang orang yang tidak ingkar akan pertemuannya dengan tuhan di dunia (QS Ar ruum 30:8), persaksian akan menjadi modal dia disaat akan berpulang nanti disaat sakratul maut menuju akhirat dan kembali kepada Tuhan Semesta Alam yang jiwa jiwa mengenalnya di alam ruh,di dunia dan sampai pada puncaknya kembali kepada pemilik jiwa-jiwa ini,yang jelas Allah menunjuk ISLAM adalah satu satunya jalan yang diridhoi yang mampu menjelaskan dan petunjuk rahasia manusia menuju kepada kesempurnaan,ISLAM adalah keselamata bukan Cuma di dunia tetapi sampai akhirat dan harus pasti.
Rosulullah s.a.w : Sesungguhnya di dalam setiap jasad manusia dijumpai adanya segumpal daging (NB: berarti ada letaknya,karena daging adalah kasar), yang apabila “baik” maka baiklah seluruh kondisi bagian tubuh, dan jika “rusak”, maka rusaklah semua anggota tubuh , dan ketahuilah ia itu adalah Qolbu. (riwayat Buchori-Muslim)

Dari hadist di atas bisa dikatakan senafas dengan Alquran simak QS berikut :

Al baqarah [2:10] Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.(NB kira2 apa yg di dustai manusia)

NB : 1. Al baqarah [2:10] Dalam hati mereka ada penyakit, (Jelas sekali apa yg dikatakan dalam firman Allah ini dan memperkuat hadizt di atas,bahwasanya manusia memiliki penyakit siapa pun itu,penyakit ini adalah penyakit hati yang merupakan hijab atau sekat sekat yg dapat menutupi jiwa-jiwa itu dalam mengenal Tuhan.
2. Lalu ditambah Allah penyakitnya (ternyata penyakit-penyakit ini di tambahkan dan semakin berkeraklah hati manusia,disini kita lihat Allah mengharapkan kita tidak buta di dunia dan akhirat tetapi mengapa Allah menambah penyakit-penyakit itu sehingga tertutuplah Hati/qolb kita dari kebenaran,disinilah banyak manusia manusia mulai menggunakan pikirannya berkata kata,merasa rasa,meraba raba hal hal yang sebenarnya tidak dia ketahui dan mereka membicarkan apa apa yang mereka tdk paham karena akal mempunyai batasan sedangkan Qolb ini yg merupakan generator dari segala tubuh kita telah telipakan..terjadilah proses cemar mencemari baik dari pemahaman agama yang tidak pada tempatnya tanpa , atau aktifitas atau kegiatan kegiatan yang dilakukan tanpa menyertakan Hati dalam segala perbuatan.akal dan pikiran di antara manusia,Sehingga manusia itu menjadi lupa bahwa di dalam dada manusia ada rahasia kehidupan yang hakiki.
Jadi seluruh prilaku fisik di pengaruhi oleh isi hati (qolbi didalam dada memiliki pengaruh kpd tubuh fisik) karena hati secara metafisik yaitu “bathin” sebagai tempat rasa/perasaan yang murni dan penuh misteri. Sedemikian halusnya (lathif) “rasa/perasaan” qolbu ini sehingga sering disebut sebagai “nurani”.Namun perlu selalu kita ingat, bahwa pada akhirnya Qolb nurani akan sendirian keluar meninggalkan jasad dan menuju kepada empunya yaitu Allah s.w.t untuk memberikan laporan pertanggung jawaban kinerja selama periodesasi hidup kehidupannya saat menerima tugas menyatu dengan qolb jasad (sejak berada di dunia).jadi apakah kita tahu letak qolb tersebut?
Mata dan telinga yang di dalam dada, maksudnya adalah mata dan telinga yang adanya bukan pada level jasad kita(mata dan telinga adalah alat), tapi lebih dalam lagi. Mata dan telinga yang dimaksud adalah mata dan telinga yang ada dalam qalb kita dalam dada/shuduur, yang ada pada level jiwa (nafs). Shuduur artinya ‘dada spiritual’, sebagaimana hati yang biasa kita kenal bukanlah liver maupun jantung, tapi lebih kepada ‘hati spiritual.
Jd jelas bukan hati fisik yg merusak manusia, Hati menurut definisinya adalah satu organ yang amat mempunyai peranan yang amat penting baik dalam hubungannya dengan sang pencipta maupun dengan manusia itu sendiri,
hati yang kita maksud bukanlah hati menurut pengertian ilmu kedokteran (liver) tetapi lebih kepada hati (qolbu). yaitu berupa sesuatu yang halus (lathifah) dan ia berhubungan dengan sifat-sifat ketuhanan (robbaniyah) dan kerohanian yang ada hubungannya dengan hati jasmani.
Hati yang halus itulah hakikat manusia yang dapat menangkap segala rasa,dan ia mengetahui serta mengenal segala sesuatu. Hati inilah yang jadi sasaran pembicaraan, yang akan disiksa, dicerca dan dituntut. Karena eratnya hubungan antara hati jasmani dan hati rohani itu
Ini berhubungan dengan pengenalan kita terhadap diri kita biasa dikatakan jiwa namun kita biasa bertanya kembali jiwa kita yg mana…yang mana? Kita mengetahui, bahwa ada tiga unsur yang dipersatukan dalam membentuk satu manusia yang hidup, yaitu Ruh, Nafs (jiwa), dan Jasad, Jiwa.. inilah, yang diabadikan dalam:

Q.S. 7:172 “Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka (ruh masih berada di dalam alam ruh) dan Allah mengambil persaksian terhadap nafs-nafs (jiwa-jiwa, anfusihim) mereka: “Bukankah aku ini Rabb-mu?” Mereka menjawab, “(Qaalu, bala syahidna,)” benar, (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi”(Nb jadi ruh-ruh manusia sudah bersaksi melihat tuhan di alam ruh sebelum lahir ke bumi dan bersaksi mengenai siapakah Rabb mereka ). Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak (NB jadi tuntutan allah untuk dikenal siapa tuhan semesta alam sebelum menuju akhirat,di dunia ini mutlak wajib mengenal agar di hari kiamat nanti kita kenal dan tahu siapa rab kita) “Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak mengenal) tentang (hakikat tauhid) ini”.
Nafs, atau jiwa, inilah yang diminta persaksiannya dahulu, dan kelak akan diminta pertanggungan jawabnya ketika berpulang. Sementara pada saat itu jasad kita terurai menjadi tanah, dan ruh kita yang menjadi daya hidup bagi jasad kembali pada-Nya.
Banyak hal2 yg menjadi acuan orang2 atau pemahaman2 diluar sana yg melarang untuk mencari ruh,karena Kita tidak mengetahui apa-apa tentang ruh tersebut…jawabannya selalu karena ruh adalah urusan Allah.Sebenarnya karena belum masuknya iman kedalam dada mereka sehingga tiada memiliki keilmuan tersebut,dan tanpa bimbingan orang2 yg merupakan ahlinya.
Disebutkan dalam Q.S. 17 : 85, “Katakanlah, Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan (tentangnya) melainkan sedikit.” (NB Ayat ini jelas adanya (Kalau dikatakan ruh itu urusan tuhan,namun jangan lupa ayat tersebut menyebutkan kita diberi pengetahuan melainkan sedikit(sedikit kata allah…begitu luas bagi kita),arti pengetahuan disini adalah jalan menuju nur allah)..
Disebutkan dalam Qs : annur 24:35 “Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.(NB termasuk manusia di dalamnya) Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (misykat), yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walauyun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis-tujuh lapis langit), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki( NB inilah yg sedikit itu ), dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (NB LiQo Allah)

(QS: Ar-Rahman: 33. Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan Kekuatan
Dengan demikian, barangsiapa yang mata dan telinga yang ada dalam dadanya ini belum berfungsi, pada dasarnya ia masih ‘lisan dalam ber islam’, atau tertutup. Ia tidak akan bisa memahami petunjuk Allah, karena petunjuk Allah diturunkan bukan ke telinga dan mata jasad kita, tapi ke ‘mata dan telinga’ qalb pada level jiwa (nafs) kita.

(QS.Al-Hajj,46),“Oleh itu, bukankah ada baiknya mereka mengembara di muka bumi supaya – dengan melihat kesan-kesan yang tersebut – mereka menjadi orang-orang yang ada hati yang dengannya mereka dapat memahami, atau ada telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? (Tetapi kalaulah mereka mengembara pun tidak juga berguna) kerana keadaan yang sebenarnya bukanlah mata kepala yang buta, tetapi yang buta itu ialah mata hati yang ada di dalam dada.(NB pertanyaan ada rahasia apa di dalam dada manusia).

(QS.Al-A’raf:205) Dan sebutlah serta ingatlah (zikrullah) akan Tuhanmu dalam hatimu, dengan merendah diri serta dengan perasaan takut (melanggar perintahnya), dan dengan tidak pula menyaringkan suara(NB dzikir qolbu/hati), pada waktu pagi dan petang dan janganlah engkau menjadi dari orang-orang yang lalai (NB lalai/lupa termasuk penyakit dlm hati )

QS.Ar R’ad:28) “(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikir menyebut allah”. Ketahuilah dengan “zikrullah” itu, tenang tenteramlah hati manusia

(QS.Al-A’raf:204) “ingatlah tuhanmu di dalam hatimu” (NB harus jelas letak hati itu,tidak bisa dengan kira2 karena islam sendiri mengajarjan kepastian,dan jelas mengingat tuhan bukan di pikiran tetapi di Hati)

(QS.Al-Hadiid57:16) “Belum sampaikah lagi masanya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyuk hati mereka mematuhi peringatan dan pengajaran Allah serta mematuhi kebenaran (Al-Quran) yang diturunkan (kepada mereka) (NB orang2 yg tau hati mereka tergolong orang2 yg beriman)? Dan janganlah pula mereka menjadi seperti orang-orang yang telah diberikan Kitab sebelum mereka, setelah orang-orang itu melalui masa yang lanjut maka hati mereka menjadi keras, dan banyak di antaranya orang-orang yang fasik – durhaka (NB penyakit di dada tunduk dengan mengingat Allah)”

(QS: An’Naam: 125). Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk(NB jalan tarikh/jalan yg lurus), niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit(NB jadi hati manusia dikunci), seolah-olah ia sedang mendaki langit(NB jelas seakan2 manusia itu sudah tau segala sesuatu mengenai islam pdahal belum).

QS 4:174 ; 64:8 Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan padanya cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. (NB mencari jalan menuju yg maha ghaib kita harus belajar dan memahami keghaiban)

Ingat Al-Kitab dan iman itu adalah cahaya dan merupakan solusi bagi manusia yang jiwa jiwanya belum ada iman didalam kolb nya
Yunus : [57] Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu ‘mauizhah’ ( agama Allah ) dari Tuhanmu dan penawar bagi yang ada di dalam dada kamu dan telah datang petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman’

(Qs:al-araf :179)”Kami menciptakan untuk Jahanam banyak jin dan manusia; mereka mempunyai hati, tetapi tidak memahami dengannya; mereka mempunyai mata, tetapi tidak melihat dengannya; mereka mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar dengannya. Mereka adalah seperti binatang ternak, tetapi mereka lebih jauh sesat. Mereka itu, merekalah orang-orang yang lalai.(NB orang-orang yg tidak mengingat allah/bizikrullah/berzikir kpd allah dengan menggunakan hati/qolb)”

Pentingnya pengenalan terhadap Allah(Ma’rifatullah) dan Rasulullah (Ma’rifatul Rosul) berhubungan dengan Qolb setelah iman itu masuk kedalam dada…
Bagaimanakah solusinya dan kepada siapakah kita belajar agar kita mampu memahami dan mampu mempunyai pemahaman dan praktek yg benar sesuai tuntutan Allah dan tuntunan rosulullah.,simak al-quran:

Q.S. 29:49, “Sebenarnya (Al-Qur’an) itu adalah ayat-ayat yang nyata dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.(NB Para ulama) – (NB jadi menerangkan dan berlaku sampai akhir zaman bahwasanya alquran itu mempunyai pewaris sampai akhir zaman)
Jelas terlihat alquran dan isi kandungannya merupakan ayat2 yg nyata dan mampu di zhohirkan ke alam dunia dan seorang pewaris menerima tongkat pewaris atau kunci ke ilmuan inilah yg di sebut (ulul azmi) orang2 yg benar2 mampu mengajarkan sari pati AL-quran sebagaimana yg pernah diajarkan Rosullulah, kunci ke ilmuan ini silih berganti dari rosulullah sampai kepada pemegang waris sampai akhir kiamat,dan para pewaris alquran inilah orang2 yg terpilih ,meraka mempunyai silsilah yg jelas sebagai seorang pewaris,Pewaris alquran ini harus bersih dan mereka adalah orang2 yg terpilih dan tidak pernah ada yg mengakui diri mereka menjadi seorang Nabi didalam jalur silsilah pewaris ini.disinilah alquran itu terjaga kemurniaannya karena seorang pewaris tidaklah mampu melampaui batas apa yg diajarkan Rosulullah sendiri.Dan orang2 yg telah berpulang atau hijrah tidak pernah mati…begitupun Pewaris2 alquran termasuk rosulullah sendiri..simak Qs alquran berikut.

[ali imran :169] Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.

[al baqarah :154] Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Qs 35:32 Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri(NB pengertian aniyaya diri disini adalah para pewaris Alquran mensucikan diri dengan cara berpuasa,bersuluk dll) dan di antara mereka ada yang pertengahan (NB ada pula pewaris Alquran yg menjalankan keseimbangan antara dunia dan akhirat,mereka berkerja dan siar)dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah kurnia yang amat besar.

[Qs Anbiya srt 21:105] Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.

NB : ( dipusakai mengartikan diberikan waris kunci ke ilmuan)

Rosulullah dan para Pewaris-pewaris inilah yg menjadi peminpin kita di alam pengadilan nanti merekalah pembela2 kita, pertanyaan bagaimana jika memahami islam ini karena pemahaman buku atau karena belajar dengan seseorang yg sebenarnya dia pun tidak mengerti hakikat manusia atau jalan keselamatan itu sendiri apakah dia mampu mempertanggung jawabkan apa2 saja yg sudah di ajarkan..simak Qs

[Al isra srt 17:71] (Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barang siapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.

NB: – Dizaman rosulullah sendiri pun banyak orang2 yg mengaku mereka sudah beriman sedangkan mereka belum beriman(terlalu banyak kepentingan pada zaman tersebut ada yg mau cari kekuasaan,kekayaan,wibawa,dll),ingat padahal mereka itu berjumpa secara lahir dengan rosulullah,bagaimana dengan kita berbeda zaman dengan rosullulah apakah sudah benar keimanan kita,siapa yg akan membenarkan ke imanan kita kalau bukan para pewaris2 tsb yg nyata2 mereka mampu mengenalkan kita kepada Allah dan Rosullulah(kita harus kenal siapa yg memimpin dan siapa yg dipimpin).dan lebih jauh lagi apakah rosulullah menganggap kita termasuk umatnya atau belum,disinilah hati atau qolb tersebut belajar dan mengenal islam itu sendiri.jika islam adalah suatu agama yg pastian,hal ini harus bisa benar2 dipastikan apakah kita memahami dan mengenal kebenaran itu.

[64:11] Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah (NB: jelas allah beserta orang2 beriman); dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
maka bisa kita pahami makna ‘tidak kenal/tidak tahu’. Kata ‘tidak kenal/tidak tahu’ bukan berarti mereka yang tidak beragama Islam. ‘tidak kenal/tidak tahu’ adalah mereka yang telinga dan mata dalam dadanya belum berfungsi, sehingga tertutup dari Al-Haqq (kebenaran mutlak, kebenaran Ilahiyah).

Q.S. Al-Baqarah (2) 6&7:
“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman [6].”
“Allah telah mengunci mati hati (qalb-qalb, quluubihim) dan pendengaran mereka, dan pengelihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat [7].

NB : kata ‘kafir’berlaku kepada seluruhnya,hal ini sebenarnya ada dalam konteks ketertutupan hati,Ayat ini justru memperkuat keterangan bahwa ‘kafir’ ada dalam konteks ketertutupan qalbu, dan bukan dalam konteks pilah pilih .‘Kafir’ adalah sebuah kondisi (ruhaniyyah) tentang qalb yg masih terkunci dan belum menerima iman dalam dadanya (masuk ke hati)

Q. S. 49 : 14, “Orang-orang Arab itu berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘kami telah berserah diri (NB: tunduk pd islam)’ (NB perhatikan teks Qur’an-nya: ‘aslamna’ artinya ‘kami telah berserah diri’) karena iman itu belum masuk ke dalam qalb-qalb mu (quluubikum)…”(NB-perhatikan belum masuk…berarti iman adalah sesuatu yg dimasukkan.)

NB: Perhatikanlah pada ayat di atas, bahwa beriman hingga masuk ke hati itu awal menjadi Islam. Dengan demikian, bisa jadi seseorang telah ber-Islam, tapi belum tentu dia memiliki iman.disini jelas bahasanya bahwasanya iman itu adalah sesuatu yg dimasukkan ke dalam dada manusia.baru dia menjadi orang islam yg beriman (orang2 yg sudah diberi pengetahuan dan mencari jalan keselamatan dunia akhirat dibawah tuntunan para wasi-wasi Allah))

QS. Thahaa (20) : 75) Dan barangsiapa datang kepada Rabbnya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh beramal shalih, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia).

(QS. 39:22) ….orang-orang yang dibukakan Allah hatinya (untuk) berserah diri ( NB jadi masuknya nur tersebut harus dengan jalan dibuka penutup2 hati tersebut) lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya …(NB masuklah nur ke dalam dada manusia)

NB : masuklah golongan manusia yg berserah kepada islam tadi menjadi golongan orang beriman..yg benar2 memiliki tingkat keimanan bukan di lisan melainkan di qolbu (hati dan pikiran selaras).inilah bibit keimanan yg akan berangsur2 tumbuh melalui perintah2 yg ada didalam alquran bagi orang ber iman dan akan tumbuh menjadi kecintaan kpd Allah.

[49:15] Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

[57:18] Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.

(QS. 2:257) Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman).
Jelas dikatakan Harta dan jiwa Qs 49:15…harta (zakat,dll yg merupakan salah satu alat untuk mensucikan jiwa) dan orang2 yg berjihad mensucikan/membersihkan jiwa termasuk melawan hawa nafsu,karena hawa nafsu musuh yg nyata dalam dada manusia yg di kendarai oleh iblis dan anak cucunya.inilah jihad yg paling mulia.

(114:1-6)”Aku berlindung pada Pemelihara manusia, Raja manusia, Tuhan manusia, Daripada kejahatan pembisik yang menyelinap, Yang membisikkan di dalam dada manusia, Daripada jin dan manusia.”

Rukun Islam ada lima (5) perkara :

(1) Mengucap dua kalimah syahadat
(Perjanjian jiwa-jiwa itu adalah ber syahadat/bersaksi setelah masuknya iman ke dalam dada (di Qolbu/hati),kesaksian manusia pada Allah dan Rosul),(syahadat bukan Cuma dilisan tetapi selaras dengan hati)

Q.S. 57:19, “Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, mereka itu orang-orang Shiddiqiin dan ‘syuhada inda Rabbihim’ (menjadi saksi di sisi rabb mereka), bagi mereka pahala dan cahaya mereka…”

(2) Sholat lima waktu
(3) Berpuasa sebulan dalam bulan Ramadhan
(4) Menunaikan haji
(5) Menunaikan zakat

Rukun iman

1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat Allah
3. Iman kepada Kitab Allah
4. Iman kepada Rasulullah
5. Iman kepada Hari Pembalasan
6. Iman kepada taqdir baik dan taqdir buruk

Iman secara arifin hakikatnya adalah cahaya (nur).
Al baqarah [2:2] Kitab(Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,

[2:3] (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib,yang mendirikan shalat,dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

[2:4] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

[2:5] Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

[2:6] Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

[2:7] Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka,dan penglihatan mereka ditutup Dan bagi mereka siksa yang amat berat

[2:8] Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

[2:9] Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

[2:10] Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (NB ingat kalimat ada penyakit )

NB: Jadi jelas begitu banyak orang yg menganggap diri mereka beriman (termasuk orang yg mengatakan dia adalah orang islam) sedangkan masih banyak penyakit di dalam dada mereka itulah yg dikatakan berdusta ( pahami Qs 2: 2 s/d 10 di atas)

Qs Ibrahim [14:1] Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

QS. Al Baqarah[2:257] Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Q.S. Al-Hadiid [57:19] Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka

QS. Al Maidah [5:16] Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya(NB: siapakah cahaya ini), dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.( NB: jalan yg diridhoi/jalan para pewaris alquran adalah islam)

QS. An Nuur [24:40] Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam(NB gambaran hati yg belum masuk iman kedalam dada), yang diliputi oleh ombak (NB gambaran hati yg belum masuk iman kedalam dada,berkecamuk tak karuan), yang di atasnya ombak (pula) (NB gambaran hati yg belum masuk iman kedalam dada), yang, di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan q angannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.

QS. Az Zumar [39:22] Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

.QS. Yunus (10) : 9 Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh,mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya…

QS. At Taghabuun (64) :11 Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.

QS. Al Waaqiah (56) : 77-79 sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.(NB ini adalah orang2 yg merupakan pewaris alquran)

QS. Fushilaat (41) : 53 Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri(NB diri manusia lah langit yg luas itu), sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur’an itu benar.

QS. Al Ankaabuut (29) : 49 Sebenarnya, al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. .(NB orang2 yg merupakan pewaris alquran)

Al Baqarah (2) : 97 maka Jibril itu telah menurunkan (al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizing Allah; membenarkan apa yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

[3:138] (Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

QS. Al Maidah (5) : 16 Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

NB – Iman adalah cahaya Allah. Yang menerangi hati, yang dengannya terlihatlah segala sesuatu yang ada di dalamnya. Sehingga dengannya, sangat jelaslah baginya apa-apa yang terdefinisi dalam rukun iman dan rukun islam

QS. Fushilat (41) : 44 al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman

QS. Al Baqarah (2) : 82 Dan orang-orang yang beriman serta beramal shalih, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

.(QS. 58:22)Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya.

.(al-An’am : 125).Dalam perkara ini, Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud; “dan “Barangsiapa yang dikehendaki Allah untuk diberi-Nya petunjuk dilapangkan-Nya dadanya untuk memeluk agama Islam”

(114:1-6)”Aku berlindung pada Pemelihara manusia, Raja manusia, Tuhan manusia, Daripada kejahatan pembisik yang menyelinap, Yang membisikkan di dalam dada manusia, Daripada jin dan manusia.”

”(QS, Ar Ra’d : 31) “Dan sekiranya Qur’an diletakkan di atas gunung, maka gunung dapat digoncangkan atau diletakkan pada bumi, maka bumi jadi terbelah atau diletakkan pada orang mati maka orang-orang yang sudah mati dapat berbicara.( NB: bukti bahwasanya Rosullullah saww sempurna Lahir dan Bathin)

[7:157] (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

[21:47] Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (NB: iman) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.

[57:3] Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

[57:4] Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

[57:8] Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman

[57:9] Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Quraan) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.
Kasih sayang Allah kepada manusia begitu besar walaupun manusia itu lalai, tetaplah Allah tuhan semesta ini.jika kebenaran akan iman itu bisa diketahui walaupun sedikit tetaplah iman itu akan menjadi beban(pahala) diatas timbangan ke imanan yang akan diperhitungkan nanti di akhirat dan tetaplah ia disebut sebagai iman .jadi lebih baik tahu dari pada tidak tahu sama sekali.

NB pengenalan terhadap hakikat manusia tidak akan membawa manusia kepada perbuatan-perbuatan tercela dan akan menjadikan manusia-manusia berkualitas dengan keyakinan dan kesetiaan pada Islam dan NKRI.

NB Belajarlah mengenai hati minimal letak hati,melalui wasi-wasi Allah yg merupakan pewaris-pewaris Al quran merekalah ahli di bidangnya saat ini.

NB -Rosulullah sudah menyeru kepada ke imanan sejak dari dulu lihat (Qs 57:8), jadi apakah seruan ke imanan yg haq ini adalah suatu pemahaman baru……

NB – Semoga Allah membukakan hijab2 dinding2 hati (qolbu) di dalam dada kita agar bisa menerima iman dan islam melalui para pewaris2 alquran dan kita tergolong orang2 didalamnya.

NB ..Ketahuilah letak hati dan rasakan kebenaran,nikmat dan indahnya beribadah dengan hati yang selalu ingat kepada Allah dimana pun kita berada.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s